Konminfo mengusung konsep smart city berbasis tekonologi yang tidak kalah dengan beberapa kota yang sudah menerapkan smart city dalam menjalankan roda pemerintahannya yakni mendesain pusat teknologi mirip ruang antariksa.

Kominfo mengusung konsep smart city berbasis tekonologi yang tidak kalah dengan beberapa kota yang sudah menerapkan smart city dalam menjalankan roda pemerintahannya yakni mendesain pusat teknologi mirip ruang antariksa.

PALEMBANG, HS – Tertidur pulas selama tiga tahun, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Palembang kini bangkit dan mulai kembali berbenah. Ditunjuk sebagai dinas yang dipercaya untuk mewujudkan Kota Palembang sebagai Smart City dinas yang terletak di Jalan Nyoman Ratu ini mengusung konsep smart city berbasis tekonologi yang tidak kalah dengan beberapa kota yang sudah menerapkan smart city dalam menjalankan roda pemerintahannya yakni mendesain pusat teknologi mirip ruang antariksa.

Kepala Dinas Kominfo Kota Palembang, Kurniawan mengatakan, 2017 dipastikan program yang sempat tertunda tersebut segera terwujud.

“Insyaallah awal tahun 2017 mulai kita laksanakan,” jelasnya, Kamis (6/10).

Tahap awal jalinan kerja sama tengah dibangun dengan beberapa kota dan provider.

”Ada 10 Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang sudah siap dari segi fasilitas,” ungkapnya.

Nantinya, seluruh SKPD yang dibawah naungan Pemkot Palembang hingga tingkat kelurahan akan merasakan manfaatnya.

“Setelah sukses dalam satu tahun, kita akan intefrasikan seluruh SKPD, jika perlu sampai ke Lecamatan dan Kelurahan, yang saat ini samgat membutuhkan integrasi berbasis teknologi informasi untuk melaksanakan PATEN,” ungkapnya lagi.

Menariknya, kata mantan Pelaksana tugas (Plt) Sekda Palembang ini ruangan kendali smart city ini sangat mirip dengan film yang tengah digandrungi anak muda yakni Star War.

“Ruangan yang menyerupai ruang kendali kapal pesawat antariksa seperti di film Star Wars,” jelasnya.

Untuk menjamin pengelolaan ini berjalan dengan semestinya, pihak ketiga yang akan diberikan kepercayaan untuk mengelolanya.

“Profesional melalui aplikasi yang disediakan dalam menjalankan sistem goverment di lingkungan Pemkot Palembang,” jelasnya.

Didampingi beberapa stafnya, Kurniawan menerangkan, untuk pembangunan sistem smart city termasuk ruang aplikasi dan koment center, diperlukan anggaran sekitat Rp 10 miliar.

Dimana konsep smart city untuk tahap awal akan dilakukan pembangunan koment center, kemudian dilanjutkan dengan perispan platform smart city, berupa konsep seperti wadah seluruh aplikasi smart city.

Terkahir, akan dipersiapkan pembenahan aplikasi baik pemerintahan maupuan aplikasi publik. Dan tidak kala pemting adalah dukunga walikota agar realisasi yang diinginkan dapat tercapai.

“Jika memang konsep ini dapat dilaksanakan dan dimulai awal 2017, maka sebekum Asian Games bisa direalisasikan. Perispannya pun akan kita lakukam sampai ke masing-masing SKPD dalam, seperti mempersiapkan SDM yang menjalankannya,” tandasnya. (UDI)