_dsc8474PALEMBANG,HS – Komisi IV DPRD Sumatera Selatan (Sumsel) meminta Badan Lingkungan Hidup (BLH) Provinsi Sumsel mendata kebocoran debu yang terjadi pada pabrik semen Baturaja. Permintaan tersebut menyusul adanya informasi dan keluhan masyarakat yang merasa terganggu kesehatannya akibat kebocoran debu dari PT Semen Baturaja.

Hal itu dikatakan Ketua Komisi IV DPRD Sumsel, Herpanto kepada wartawan kemarin. Menurut dia, komisi IV belum lama ini melakukan kunjungan ke PT Semen Baturaja, dan mendapat laporan adanya kelurahan akibat kebocoran debu. “Kita mengajak orang BLH, karena menurut informasi disana ada kebocoran-kebocoran. Ternyata, kalau listrik mati kebocoran terjadi, karena alat penangkap debu itu tidak berfungsi,”Herpanto.

Dia menjelaskan, ketika listrik mati, tidak ada satupun peralatan yang dapat mengganti daya mesin penyaring debu sehingga tetap terjadi kebocoran.  Akibat kebocoran debu pabrik semen tersebut, tak jarang banyak masyarakat yang komplain terganggu kesehatannya. Untuk itu pihaknya, meminta BLH mendata berapa persen kebocoran itu terjadi. Bilamana telah melebihi ambang batas pihaknya akan melayangkan komplain ke PT Semen Baturaja.  “kita minta supaya BLH membuat data, sebesar apa kebocoran yang terjadi dalam kurun satu tahun. Apakah kebocoran ini sudah berpengaruh terhadap kesehatan lingkungan maupun masyarakat,” kata dia.(SNI)