PALEMBANG – Anggota DPR RI dari komisi Vl memeberi catatan terkait pembangunan Light Rail Transit (LRT). Saat berkunjung ke Palembang memantau langsung perkembangan LRT Palembang, Kamis (8/2/2017).

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Azam Azman Natawijana mengatakan komisi VI memiliki tugas sesuai dengan Undang Undang untuk memantau dan mengawasi pelaksanaan dari tugas pemerintah, termasuk anggaran.

Ia menyebutkan beberapa hal yang perlu mendapatkan perhatian dalam pembangunan proyek dengan nilai Triliunan ini. Diantaranya safety atau keamanan karena ini berhubungan dengan manusia, masyarakat dan masyarakat umum.

“Begitu pula dengan pasokan energi ini menjadi penting dan tidak boleh ada kegagalan dalam penyulang untuk LRT. Dan bagaimana dengan emergency power apabila ada penyulang yang gagal dari PLN meskipun telah disampaikan bahwa penyulangan aman tapi harus dibuktikan nanti bahwa PLN betul- betul bisa memenuhi tugasnya menyulang memasok energi listrik untuk LRT,” jelas Azam usai meninjau Terminal Zona 5 LRT.

Lanjutnya, Begitupula dengan Emergency Power,ini harus betul-betul bisa dimanfaatkan dan seandainya ada kegagalan dari PLN, fasilitas ini tidak boleh berhenti.

“Seandainya stop di tengah jalan (kereta) dan kita tadi melihat bagaimana evakuasi masyarakat yang kalau ada kegagalan penyulang di tengah jalan diantara dua stasiun, kita lihat ada bordes (tangga untuk naik ke pintu kereta) di kanan kiri dan mudah mudahan bisa menjamin atau menyelesaikan masalah,” terangnya.

Ia juga mengatakan, Begitupula dari sisi kenyamanan, di dalam masing-masing stasiun tentu diperlukan udara mengingat stasiun sangat tertutup dan dimungkinkan akan banyak orang sehingga akan terasa panas.

“Dari sisi kenyamanan, dari temperatur udara ini menjadi penting karena udara menjadi panas, ini harus diutamakan dan menjadi penting, tidak boleh tidak nyaman,” jelasnya