PALEMBANG,HS – Konferensi kerja provinsi II PGRI sumsel yang digelar di hotel Emilia, Sabtu, (20/5) menghasilkan pernyataan untuk memberikan masukan kepada pemerintah mengenai isu pendidikan dalam upaya untuk mewujudkan pendidikan yang bermutu dan berkualitas di Sumatera Selatan.Konferensi kerja dibuka oleh Wakil Gubernur Sumsel Ir. H.Ishak Mekki.

“Kebijakan yang kami minta masalah pemindahan SMA dan SMK berdasarkan UU No 23 tahun 2014 banyak sekali yang perlu diberikan masukan kepada pemerintah mengenai gaji guru honor yang masih terhambat, keterlambatan pembayaran gaji guru PNS beberapa bulan lalu, serta untuk kenaikkan pangkat bagi guru terbilang lambat,”ungkap Ketua PGRI Provinsi Sumatera Selatan H. Ahmad Zulinto, S.Pd.MM.

Selain itu, Zulinto menambahkan, untuk pencairan uang sertifikasi guru pun sampai saat ini masih juga belum ada yang cair. Hal inilah yang perlu diperhatikan oleh pemerintah sebagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan guru yang ada di Sumatera Selatan.

Sementara itu , sekretaris Pengurus besar PGRI Pusat Kodrat Nugraha menyatakan melalui forum ini akan disampaikan sejumlah isu penting yang berkembang ditingkat pusat, selain itu ia juga menginginkan masukan dari tiap daerah .

“Sesuai dengan tatanan kerja profesi secara nasional, bagaimana kita sebagai mitra strategi dari pemerintah bisa bergandengan tangan mengangkat kualitas pendidikan di negeri ini termasuk di Sumatera Selatan,”ujarnya.

Pada kesempatan yang sama Wakil Gubernur Sumatera Selatan Ir. H. Ishak Mekki mengeaskan komitmen pemerintah provinsi Sumatera Selatan dengan sepenuhnya terus mendukung dunia pendidikan di Sumatera Selatan. “Pendidikan mempunyai peranan penting dalam membentuk generasi unggul, “tegasnya.

“Persoalan sertifikasi dan belum dibayarnya gaji guru honor menjadi pokok bahasan utama dalam konfrensi kerja ini dan pemerintah pun akan mencari solusi jalan keluarnya agar apa yang dikeluhkan oleh guru tersebut menjadi masukan dan mendapatkan jalan keluarnya,”pungkasnya(HSN)