PALEMBANG,HS – Konser Amal Kemanusiaan Peduli Palestina ‘Bukan Sekedar Bicara tetapi Aksi dengan Donasi’ di Palembang, Sumatera Selatan digelar pada Sabtu, 24 Maret 2018 pukul 18.00-22.00 WIB.

Konser yang digelar oleh Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) ini akan menyuguhkan The Jenggot, rapper Ebiet Beat A, penyanyi anak Trio Brother, dan grup nasyid asal Sumsel, MGN. Selain itu ada pula penampilan teatrikal dan puisi.

Konser kemanusian ini juga menghadirkan Ulama Palestina, untuk untuk memberikan tausyiah dan gambaran terkini mengenai kehidupan rakyat Palestina dan Masjidil Aqsha paska klaim tak berdasar oleh Presiden Amerika, Donald Trump yang menyatakan Alquds (Jerussalem) sebagai ibukota Israel dan akan memindahkan kedutaan Amerika disana.

Pada momen ini, akan pula dilaksanakan acara pelantikan pengurus KNRP Sumatera Selatan.

Ketua Umum KNRP, Suripto mengatakan bahwa konser ini KNRP ingin memberikan pesan kepada umat Islam yang ada di Sumsel tentang kondisi terkini Palestina. Pesan ini hendaknya disadari dan agar umat Islam peduli kepada kondisi Palestina.

“Kita mempunyai kewajiban untuk mendukung kemerdekaan Palestina. Nanti akan ditunjukkan tayangan video dan penjelasan dari syeikh mengenai kondisi terkini Palestina. Dari sini akan muncul dan tergeraknya hati masyarakat untuk mendukung lewat penggalangan dana. Siapa saja bangsa Indonesia yang tergerak membantu walau secuil akan meringankan beban mereka,” jelas Suripto, Jumat (23/3/2018).

“Dalam beberapa tahun ini bantuan keuangan banyak datang dari negara Arab dan Teluk, tetapi dengan adanya blokade, penyaluran dana melalui rekening bank tertutup. Mungkin sekarang cuma satu negara saja yang bisa langsung, yakni Kuwait. Ini tantangan juga bagi KNRP untuk meningkatkan donasi ke Palestina. Kita tidak langsung melalui rekening, tetapi melalui counterpart atau NGO internasional,” jelasnya.

KNRP selama 12 tahun berdiri telah menyalurkan bantuan masyarakat Indonesia senilai Rp250 miliar, yang terbagi menjadi sejumlah program yang dibutuhkan oleh masyarakat Palestina. Misalnya saat musim dingin, bantuan yang diberikan antara lain berupa selimut, jaket, penghangat ruangan, hingga bahan pangan. Kemudian saat Ramadhan, diberikan paket berbuka puasa, bingkisan lebaran, dan pakaian baru untuk dikenakan anak-anak Palestina di Hari Raya Idul Fitri. Ada pula qurban untuk rakyat Palestina di Hari Raya Idul Adha.

Selanjutnya, ada pula bantuan rumah sakit, ambulan, pendidikan, dan lain sebagainya.

“Terakhir, 25 Februari kita menyalurkan hampir Rp 10 M ke beberapa tempat, baik langsung ke Palestina maupun di penampungan di negara lain, seperti di Turki Selatan, Lebanon Selatan, Suriah,” jelas Suripto.

Ketua KNRP Sumatera Selatan, Mochammad Siswandi, menjelaskan dukungan masyarakat Indonesia terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina adalah kewajiban atas hutang sejarah kemerdekaan Indonesia.

“Mufti Besar Palestina, Syeikh Muhammad Al Hussaini yang berada di barisan terdepan memberi pengakuan dan dukungan atas kemerdekaan Indonesia, hingga kemudian negara-negara lain mengakui kemerdekaan Indonesia,” jelasnya.

Siswandi juga menambahkan, tercatat pula dalam sejarah, saudagar Palestina, Ali Taher yang menyumbangkan seluruh tabungannya di Bank Arabia untuk perjuangan rakyat Indonesia tanpa meminta tanda bukti dan kwitansi.

“Bahkan, founding father Indonesia, Preside Soekarno pernah berujar, selama kemerdekaan bangsa Palestina belum terwujud, selama itu Bangsa Indonesia akan tegak berdiri menentang penjajahan Israel,” tegasnya.