Foto : Sekretaris PUBM Sumsel Megawati (Don)

PALEMBANG,HS – Memasuki musim hujan, empat wilayah di Sumatera Selatan dinyatakan sebagai rawan longsor. Korban longsor mayoritas karena rumahnya dibangun di perbukitan yang masuk dalam zona merah.

Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Sumsel, Megawati mengungkapkan, empat wilayah itu adalah Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS), Lahat, Muara Enim, dan Pagaralam. Wilayah ini semuana terletak di kawasan Bukit Barisan.

“Empat daerah itu menjadi langganan longsor di musim hujan. Setiap tahun ada saja kejadian yang menyebabkan korban jiwa atau kerusakan,” ungkap Megawati, sabtu (18/11/2017).

Sayangnya, kata dia, mayoritas yang tinggal di daerah itu belum menyadari ancaman bahaya. Mereka tetap saja membangun rumah di perbukitan atau malah di dinding bukit.

“Sudah tahu bahaya, tetap bangun di sana. Tapi mau bagaimana lagi, mungkin saja cuma itulah tanah mereka, sekalian berkebun juga,” kata dia.

Selain itu, pihaknya sulit mengevakuasi korban saat terjadi bencana. Pasalnya, musibah longsor terjadi di daerah pedalaman yang sulit ditembus.

“Seperti kejadian di OKUS kemarin, di jalan setapak dan dataran tinggi, alat berat tidak bisa dibawa, terpaksa evakuasi pakai manual,” ujarnya.

Sementara itu, Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel, Iriansyah mengatakan, untuk antisipasi bencana pihaknya telah menyiapkan personel dan logistik. Namun, jumlah logistik yang disiapkan sesuai luas wilayah, jumlah penduduk dan tingkat kerawanan bencana.

“Kita siapkan posko di lokasi rawan bencana untuk memudahkan bantuan, begitu bencana langsung ke lokasi,” kata dia.

Selain longsor, ada beberapa wilayah di provinsi itu rawan banjir. Diantaranya, Musi Banyuasin, Ogan Komering Ilir, Banyuasin, Muara Enim, dan Ogan Komering Ulu.

“Rata-rata daerah rawan banjir adalah pasang surut. Biasanya musim hujan terjadi banjir,” pungkasnya.(MDN)