PALEMBANG,HS – Pemerintah Terus bekerja ekstra untuk menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) agar bisa diakses oleh setiap pelaku usaha yang ada.

Aprian Jhon, Kepala Biro Ekonomi Pemprov Sumsel menjelaskan saat ini hingga 12 Agustus data yang diterima sebanyak 51 ribu pelaku UMKM telah mendapatkan akses permodalan dari KUR.

“Angkanya sekitar Rp 1,96 Triliun, angka ini terbilang cukup baik. Namun, masih perlu kita genjot lagi sebab masih banyak pelaku usaha mikro yang belum tersentuh KUR,” katanya usai memimpin rapat kordinasi panyaluran KUR di Kantor Gubernur, selasa (13/8/2019).

Berdasarkan data pihaknya, lanjutnya saat ini sedikitnya ada 162 pelaku UMKM sebagiannya sudah masuk sistem informasi kredit Program (SIKP).

“Kami terus berkordinasi dengan pemerintah kabupaten kota agar para pelaku usaha masuk dalam daftar SIKP. Sebab, itu salah satu syarat untuk mendapatkan KUR,” ujarnya.

Sementara itu, Panca Hadi Kepala Kanwil OJK Sumsel, menyampaikan saat ini KUR kecil banyak diakses oleh pelaku usaha sektor perkebunan dan pertanian.

“41 persen diakses oleh sektor pertanian dan perkebunan sementara sektor perdagangan 27 persen sisanya kontruksi lebih kurang 17,5 persen,” pungkassnya.

Ia mengatakan saat ini perbankan cukup baik dalam menyalurkan KUR, dari 10 perbankan yang diamankatkan menyalurkan sembilan diataranya sudah menyalurkan hanya satu bank yang masih belum menyalurkan.

“ini menjadi evaluasi dan catatan kami untuk dilaporkan pada kementrian ekonomi,” tutupnya