pasar 26 ilir

PALEMBANG, HALUAN SUMATERA – Panataan lapak pedagang akibat revitalisasi Pasar Soak Bato 26 Ilir yang dimulai 1 Agustus lalu, mulai  dikeluhkan warga sekitar. Pasalnya jalan Soak Bato yang sehari hari dilalui oleh warga kini tidak bisa lagi leluasa digunakan, harus menunggu pasar usai berdagang.

Sebelumnya, sebelum revitalisasi dilaksanakan dikatakan Direktur Utama PD Pasar Asnawi P. Ratu, pedagan pasar diminta berdagang di lapangan di lokasi tanah lapang yang disediakan dan sepanjang jalan Mujahiddin dari belakang Pasar Soak Bato, hingga ke Arah Rumah Susun 24 ilir.

Namun kenyataannya tidak demikian jalan Mujahidin hanya ditempati pedagang lama dan penempatan pedagang di tanah lapang yang disediakan .

Dari pantauan HALUAN SUMATERA penempatan lapak pedagang ini tidak hanya di bahu jalan Soak Bato tetapi juga menggunakan badan jalan. Akibatnya diwaktu fajar saat aktifitas pasar dimulai hingga sore hari kendaraan roda 4 tidak bisa lewat jalan ini. Hal inilah yang  dikeluhkan warga pengguna jalan Soak Bato.

“Lapak ini, harusnya jangan di tengah jalan, jangan berlapis seperti ini. Kami tiap hari harus mengeluarkan mobil dan malam hari baru bisa masuk kembali ke rumah,” ujar  Fahmi warga jalan Soak Bato, Kamis (25/8).

Fahmi melanjutkan, tiap hari harus keluar sebelum pasar mulai beraktifitas dan baru bisa masuk setelah pasar tutup. Hal ini warga jadi susah belum lagi tiap hari harus keluar biaya parkir, dan meminta orang untuk meminggirkan lapak pedagang untuk bisa dilalui.

“Yang jadi kekhawatiran kami bagaimana kalau ada warga yang sakit atau keadaan darurat. Apa harus menunggu pasar bubar, untuk kendaraan roda 4 lewat sini?,” ujar Fahmi bertanya.

Tidak hanya sampai disitu Fahmi juga mengeluhkan masalah limbah dari beraktifitas pedagang yang mengalir dan meninggalkan bau becek.

Sementara itu saat dimintai keterangan Kepala Pasar Soak Bato, Ayub tidak berada ditempat, DP hanya menjumpai Wakil Kepala Pasar Soak Bato, Fauzi. Dirinya tidak berani memberikan keterang banyak mengenai keluhan ini.

Fauzi hanya mengatakan jika penempatan pedagang di jalan Soak Bato ini adalah permintaan para pedagang sendiri. Pedagang tidak mau ditempatkan dilokasi yang disediakan ataupun di jalan Mujahiddin.

“Penempatan di jalan Soak Bato ini karena permintaan pedagang,” ujarnya singkat. (UDI)