Ketua Komisi II DPRD PALI, Irwan ST.

PALI, HS – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) mengutuk keras perusahaan minyak dan gas yang telah membiarkan limbah minyaknya mencemari lingkungan. Penegasan tersebut disampaikan langsung, Irwan ST, Ketua Komisi II DPRD PALI, Kamis (9/2).

Dikatakannya bahwa pencemaran lingkungan yang terjadi di Desa Sukaraja, Kecamatan Penukal tersebut yang seperti dibiarkan sudah kelewatan.

“Saya tegaskan agar segera diatasi. Jangan dibiarkan seperti itu saja. Karena, akibatnya lingkungan sekitar tercemar dan yang susah siapa, masyarakat. Oleh karena itu, kepada PT Medco EP untuk segera melakukan pembersihan dan pemulihan di lokasi,” ungkapnya.

Baca: Limbah Bocoran Pipa PT Medco Kembali Cemari Lingkungan

Politisi partai Golongan Karya (Golkar) itu juga menyayangkan aparat pemerintahan setempat lamban dalam memberikan laporan kepada DPRD PALI.

“Kepada masyarakat kiranya jangan segan-segan laporkan hal ini ke dewan. Karena hal ini patut kita atasi bersama. Dan ini bukan hanya masyarakat yg rugi tapi alam jg harus kita pelihara juga menjadi korban dari limbah,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu pula, Irwan menyayangkan Dinas terkait tidak pro aktif menangani masalah ini.

“Dinas Lingkungan Hidup (LH) PALI apa lagi yang ditunggu. Cepat ambil tindakan. kami juga minta kepada PT  Medco EP untuk melakukan perbaikan lingkungan diwilayah yang terkena limbah tersebut. Tentu minyak mentah sudah terserap ke tanah. Jadi perlu dikeruk tanah tersebut. Karena, tumbuhan disana sudah mati dan perlu adanya reboisasi atau penanaman kembali tumbuhan,” tegas Irwan.

“Segera dalam waktu dekat, kita akan panggil perusahaan tersebut,” pungkasnya.

Baca: Dinas LH PALI Tunggu Laporan Soal Limbah PT Medco

Sebelumnya diberitakan bahwa pipa minyak milik PT Medco EP Indonesia yang terletak di Desa Suka Raja, Kecamatan Penukal, Kabupaten PALI mengalami kebocoran yang diduga karena pipa disabotase oknum tidak bertanggungjawab.

Meski kejadian tersebut telah berlangsung enam bulan yang lalu, namun sayangnya pihak perusahaan hanya memperbaiki bekas gergajian OTK dan limbah minyak yang telah dibersihkan oleh PT Medco EP Indonesia yang dimasukkan ke dalam kantong-kantong plastik diletakkan begitu saja di sekitar lokasi kejadian dan belum diangkut atau bisa dikatakan dibiarkan di seputar lokasi.

Akibatnya bekas ceceran yang seolah-olah dibiarkan mengalir di aliran sungai hingga sepanjang 500 meter, selain mencemari anak Sungai Sebagut dan rawa-rawa, juga merusak tanaman karet milik warga sekitar. (MAN)