Flavio Beck Junior

Pemain anyar PBFC, Flavio Beck Junior

SAMARINDA, HALUAN SUMATERA – Jelang hadapi Sriwijaya FC pada lanjutan Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 di Stadion Segiri, Samarinda, Sabtu, (27/8), Pusamania Borneo FC merekrut legiun anyar asal Brazil, Flavio Beck Junior.

Pemain berusia 29 tahun ini mengisi slot pemain asing yang ditinggalkan Tarik Boschetti yang dicoret PBFC. Flavio memang telah mengikuti latihan perdana dengan pasukan Pesut Etam, Selasa (23/8). Sang pemain yang mampu bermain sebagai gelandang dan penyerang terlihat mampu cepat beradaptasi dengan gaya permainan PBFC dan juga tak terlihat canggung.

Tercatat, Flavio terakhir kali membela klub Montenegro, FK Lovcen dan diketahui pernah bermain di sejumlah klub liga Eropa, seperti Albania, Slovenia serta Azerbaijan. Kedatangan Flavio kemungkinan atas rekomendasi dari pelatih PBFC, Dragan Djukanovic, yang merupakan mantan pelatih FK Lovcen.

Mengenai pencoretan Tarik Boschetti yang menuai protes dari kelompok suporter yang mengekspresikan ketidaksetujuannya atas keputusan manajemen PBFC melalui tagar #SaveTarik, Pelatih PBFC Dragan Djukanovic akhirnya angkat suara.

Menurut pelatih berusia 47 tahun itu, pelepasan juga tak lepas dari keinginan Tarik Boschetti untuk pergi. Hal ini disampaikan Dragan Djukanovic melalui akun Twitter-nya.

“Ada satu hal yang terpenting. Tarik sendiri yang ingin pergi, ini keputusannya. So what? Ia tidak senang ada di  sini, semoga sukses dan sekarang kami harus fokus untuk tim,” kata Dragan Djukanovic.

Evaluasi atas performa Tarik Boschetti juga memengaruhi. Dibanding pemain asing lain seperti Pedro Javier yang telah mencetak 6 gol, Edilson Tavares dengan 4 gol, dan Jad Noureddine yang sudah membuat 3 gol, Tarik dianggap belum bisa memberi kontribusi maksimal.

“Tidak perlu emosional dalam sepak bola profesional. Setiap orang memiliki tanggung jawab atas keputusan sendiri. Dan sekarang ini selesai, kami harus melihat ke depan untuk tim.”

“Tidak ada yang bisa lebih besar di banding klubnya sendiri. Jadi, topik ini selesai. kami masih memiliki hal-hal yang lebih serius untuk dipikirkan, seperti laga-laga derby berikutnya di depan kami. Para pemain datang dan pergi tapi Pusamania (Borneo) selalu hidup,” terangnya.