PALEMBANG,HS – BNI Syariah Palembang kian agresif menyasar kalangan milenial untuk kredit pemilikan rumah (KPR) yang disalurkan bank syariah tersebut. Apalagi generasi milenial merupakan segmen usia yang prospektif untuk tujuan kepemilikan hunian impian.

Pemimpin Cabang BNI Syariah Palembang Rivelino Satya Nugraha mengatakan untuk menggarap pasar milenial BNI Syariah telah meluncurkan program Tunjuk Rumah.
“Sementara ini produk KPR milenial kami baru sampai tenor maksimal 20 tahun tetapi nanti akan ada yang jangka waktunya lebih dari 20 tahun untuk milenial,” katanya, Jumat (8/5).

Dia mengatakan program Tunjuk Rumah memiliki berbagai kelebihan yang bisa dinikmati calon nasabah. Mulai dari margin yang ditawarkan cukup kompetitif, serta proses yang cepat dan terjangkau. Apalagi BNI Syariah tidak mengenakan biaya administrasi serta biaya appraisal.

“Dengan dukungan sekitar 300 developer, kami memberikan pilihan masing-masing kepada calon end user dalam menentukan pilihan rumah terbaiknya. Agar nasabah dapat menyesuaikan dengan kebutuhan masing-masing,” ujar Rivelino.

Secara nasional program Tunjuk Rumah telah menembus angka Rp766,7 Miliar, programnya berlangsung sejak tanggal 20 Januari 2020 sampai dengan 30 Juni 2020.
Rivelino mengatakan target KPR BNI Syariah Palembang dalam angka sebesar Rp100 miliar. Sementara dalam kurun waktu sampai dengan April 2020, realisasi penyerapan KPR sudah mencapai Rp50 miliar.

Sementara itu, Direktur Bisnis Ritel dan Jaringan BNI Syariah, Iwan Abdi, mengatakan BNI Syariah mendukung program pemerintah terkait satu juta rumah melalui Tunjuk Rumah.

Tunjuk Rumah adalah program yang ditujukan bagi calon nasabah terutama generasi milenial yang ingin mempunyai rumah idaman yang sesuai keinginan.

“Milenial hanya perlu menunjuk salah satu rumah atau apartemen yang tersedia pada developer yang sudah bekerjasama dengan BNI Syariah,” katanya dalam siaran pers.

Iwan Abdi berharap program Tunjuk Rumah ini dapat mempermudah calon nasabah terutama kaum milenial dalam memiliki rumah.

“Serta dapat meningkatkan kinerja pembiayaan terutama BNI Griya iB Hasanah,” kata Iwan Abdi.

Target program Tunjuk Rumah diantaranya karyawan perusahaan yang mempunyai fix income.

BNI Syariah memberikan promo atau tarif khusus kepada calon nasabah yang merupakan karyawan BUMN, ASN, Regulator (BI, KPK, OJK), dokter, karyawan perusahaan swasta nasional/ multinasional, karyawan swasta lokal, nasabah referral dari developer rekanan BNI Syariah, maupun karyawan korporasi.

Karyawan korporasi ini adalah pegawai institusi/perusahaan yang sudah bekerjasama dengan BNI Syariah untuk payroll maupun penyaluran pembiayaan karyawan.

Untuk saat ini ada sekitar 1.000 developer aktif yang bekerjasama dengan BNI Syariah.
Target program Tunjuk Rumah sampai dengan akhir periode tahun ini yaitu Rp1,4 triliun. Untuk mencapai target ini, BNI Syariah mengoptimalkan pemasaran lewat cabang, gathering developer, media sosial dan media online.

Sampai dengan bulan Februari 2020, outstanding pembiayaan KPR BNI Syariah yaitu BNI Griya iB Hasanah berada di posisi Rp13,23 triliun dengan pertumbuhan 11,15% year on year.

Sebagai informasi, BNI Syariah bermula sebagai Unit Bisnis Strategis bagian dari BNI yang mulai beroperasi sejak 29 April 2000.
Pada 19 Juni 2010 status BNI Syariah meningkat menjadi Bank Umum Syariah (BUS).Komposisi kepemilikan saham BNI Syariah adalah 99,95% dimiliki oleh PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk dan sisanya dimiliki oleh PT BNI Life.

Saat ini BNI Syariah telah didukung oleh jaringan yang cukup luas di seluruh Indonesia yaitu lebih dari 375 outlet syariah yang tersebar di seluruh Indonesia, serta didukung oleh lebih dari 1.746 Outlet BNI yang melayani pembukaan rekening syariah.(RN)