Musyawarah I LGPL Kabupaten PALI

Musyawarah I LGPL Kabupaten PALI

PALI, HS – Untuk memberikan kesadaran kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan, sejumlah tokoh pemuda dan masyarakat Bumi Serepat Serasan membentuk Lembaga Gerakan Peduli Lingkungan (LGPL), Selasa (8/11).

Acara yang digelar di Balai Serbaguna Desa Babat, Kecamatan Penukal, Kabupaten PALI tersebut juga sekaligus dilaksanakannya Musyawarah I LGPL.

Secara aklamasi, Edi Soeprianto Oemar SH terpilih menjadi Ketua LGPL dengan dibantu Sekretaris dan Bendahara diamanahkan kepada Suandi dan Subakti.

Edi menjelaskan bahwa dibentuknya LGPL itu bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat PALI untuk menjaga lingkungannya.

Karena, menurut Edi kondisi lingkungan khususnya di Kabupaten PALI sudah semakin tercemar, dan dalam kategori parah.

“Kita bisa saksikan sampah-sampah yang ada di PALI sudah menggunung. Bahkan, kalau kita cermati di PALI ini kekurangan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) untuk sampah. Pemerintah dalam hal ini kurang mempersiapkan TPA ketika sampah-sampah warga di PALI diangkut,” tutur Edi.

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten PALI ini juga menjelaskan salah satu cara yang efektif yang harus dilakukan yaitu memberikan edukasi sehingga menyadarkan masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan.

“Ini bukan hanya masalah pemerintah, tapi kita bersama. Tinggal bagaimana kita konsisten mengajak masyarakat untuk menjaga lingkungannya, minimal lingkungan di rumahnya sendiri. Tidak hanya itu, kita juga bisa maksimalkan sampah yang bisa didaur ulang untuk diolah sehingga bisa bernilai ekonomis tinggi,” tambahnya.

Terpisah, Sri Fajar Yanti, Kepala Bidang Lingkungan Hidup dari Dinas Pertambangan Energi dan Lingkungan Hidup (Distamben LH) Kabupaten PALI yang turut hadir dalam Musyawarah I LGPL itu berharap dengan terbentuknya LGPL di Kabupaten PALI, setidaknya bisa menjadi mitra pemerintah dalam melakukan pengawasan aktivitas manusia dalam mengelola lingkungan.

Diakuinya, untuk di Kabupaten PALI sendiri permasalahan lingkungan banyak disebabkan sampah-sampah.

“Kemudian, ini yang harus diubah yaitu pola perendaman karet di sungai yang dilakukan masyarakat jelas mencemari sungai tersebut. Untuk itu, diharapkan lembaga ini bisa membantu pemerintah dalam memberikan edukasi serta arahan kepada masyarakat,” tutupnya.

Sebelumnya, Andre Yasandi, Ketua Panitia Pelaksana Musyarawah I LGPL mengucapkan banyak terimakasih kepada semua pihak yang turut menyukseskan kegiatan itu.

Diakhir sambutannya, Andre juga berpesan untuk bersama menjaga lingkungan alam.

“Alam merupakan warisan yang harus kita jaga. Maka, yang menjaga dan melindungi alam adalah kita bersama,” tutupnya. (MAN)