PALEMBANG,HS – Lima pelaku pembunuhan Inah Antimurti (20) yang mayatnya ditemukan hangus dibakar di Ogan Ilir, Sumatera Selatan, menjalani rekonstruksi. Bripda Ruth Debora disiapkan sebagai korban untuk peran pengganti.

Rekonstruksi pembunuhan sadis digelar di halaman Subdit III Jatanras Mapolda Sumsel. Rekonstruksi dipimpin langsung oleh Direktur Reskrimum Polda Sumsel, Kombes Yustam Alfani dan Kasubdit III Jatanras, AKBP Yudhi Suhariadi.

Rekonstruksi digelar sekitar pukul 10.30 WIB, Sabtu (28/1/2018). Ada 23 adegan yang diperankan oleh kelima pelaku Asri Marli (30), Abdul Malik (21), Feri (25), FB (16) dan YG (16).

Adegan pertama dilakukan saat korban pertama kali bertemu Asri di kontrakan jalan lintas Prabumulih-Indralaya sekitar pukul 16.00 WIB. Pada saat bersamaan, Asri langsung menagih utang ke korban.

Saat ditagih utang itulah korban protes dan menyebut jika sabu yang diberikan Asri tidak bagus. Bahkan Inah menolak untuk membayar utangnya Rp 1,5 juta.

“Duit utang kamu mana?,” kata Asri yang langsung dijawab korban.

“Tidak ada kak, sabu yang ku beli kemarin nggak bagus, basah. Untuk apa aku bayar,” tambahnya

Mendengar perkataan korban, Asri kesal dan terbesit untuk membunuh Inah. Tapi, Asri membawa korban ke kontrakannya. Asri berjanji akan mencarikan sabu yang lebih bagus.

Bukannya mencarikan sabu, Asri malah mengajak rekannya Malik, Feri, FB dan YG pesta sabu di salah satu sekolah di Talang-Taling, Gelumbang, Muaraenim. Saat pesata sabu itulah, Asri mengajak untuk sama-sama membunuh korban.

Selesai pesta sabu kelima pelaku balik ke kontrakan, di kontrakan itu mereka melanjutkan pesta sabu. Sementara itu, Asri masuk ke kamar dan memperkosa korban.

Korban sempat memberontak, Asri meminta bantuan kepada empat pelaku lainnya untuk memegangi tubuh korban. Sementara Asri masih memperkosa si korban.

Dalam kondisi panik dan kesal, Asri pun akhirnya mengambil kayu balok. Korban dipukul beberapa kali sampai akhirnya tewas. Sementara pelaku Malik sempat memperkosa korban meskipun sudah dalam kondisi tewas.

Setelah tewas, korban dimasukkan ke dalam karung dan dibawa ke Ogan Ilir oleh Asri dan Feri. Selanjutnya korban dibakar di lokasi pembuangan mayat bersamaan dengan kasur spring bed.

“Rekonstruksi ini supaya memperjelas kasus sejak awal sampai eksekusinya. Termasuk pembakaran itu. Jadi peran masing-masing terlihat jelas, terutama setelah rekon ini perannya jelas,” kata Direskrimum, Kombes Yustam Alfani