Kondisi rumah yang terkena longsor di Kabupaten Bangli, Bali.

BANGLI, HS – Badan Penanggulang Bencana Daerah (BPBD) Bali bersama tim SAR, PMI, TNI, Polri, bersama relawan melakukan evakuasi dan penanganan bencana longsor yang terjadi di tiga desa di Kintami. Dalam peristiwa ini sebanyak 12 orang dilaporkan meninggal dunia.

Diduga longsor tersebut diakibatkan hujan deras sepanjang Kamis malam yang terus mengguyur Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli.

Pada Kamis malam (9/2) sekira pukul 23.00 WIB, material longsor menimbun lima rumah di Desa Songan. Sebanyak tujuh orang meninggal dunia, dua luka berat, dan dua orang lainnya luka ringan.

Tujuh korban yang meninggal dunia tersebut yakni satu keluarga Jro Balian Resmi (33) dan dua anaknya, Jro Balian Kadek Sriasih (7), dan Komang Agus Putra Santi (1). Kemudian keluarga I Gede Santana (40), istrinya Luh Bunga (40) dan anakny Kadek (20). Korban selanjutnya adalah Ni Luh Susun (40).

Sedangkan korban yang mengalami luka berat atas nama, Budi (17) dan Komang (14) yang juga anak bapak I Gede Santana. Sedangkan korban luka ringan, masing-masing bernama Kadek Ardi (9) ibunya Jro Alep (30).

Kemudian pada Jumat dini hari, longsor menerjang Desa Awan, Kecamatan Kintamani, menyebabkan satu rumah tertimbun material. Sebanyak empat orang di dalamnya, meninggal dunia yakni, Ni Kadek Arini (27) dan putrinya Ni Putu Natalia (10), Ni Nengah Parmini (40), serta I Nyoman Budiarta (45).

“Ni Nengah Parmini dan I Nyoman Budiarta berasal dari Desa Suter yang kebetulan sedang menginap di Desa Awan,” tulis Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan tertulisnya, Jumat (10/2).

Masih pada Jumat dini hari, longsor juga terjadi di Desa Sukawana, Kecamatan Kintamani. Satu rumah tertimbun longsor mengakibatkan satu orang meninggal dunia atas nama I Made Kawi (50). Satu orang luka berat bernama I Wayan Selang anak dari korban meninggal. Korban luka berat dibawa ke RS. Bangli.

Selain menelan korban jiwa akibat longsor tersebut di Desa Songan menyebabkan tiga unit rumah rusak berat, dua unit rumah tertimbun, satu mobil pikap tertimbun, satu unit sepeda motor tertimbun, dan satu unit mobil stasion terpental diterjang longsor.

Sejauh ini, BPBD Bangli bersama Kantor SAR Denpasar, BPBD Provinsi Bali, PMI, TNI, Polri, relawan dan dibantu oleh warga terus melakukan evakuasi dan penanganan korban. Semua korban sudah berhasil dievakuasi,

Diprediksikan, hingga besok hujan lebat masih terjadi di wilayah Bangli, Jembrana, Buleleng, Tabanan, Gianyar, dan Badung. Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dari longsor, banjir dan puting beliung. (RHS)