PALEMBANG,HS – Memasuki musim penghujan saat ini bencana longsor dan banjir bandang kerap terjadi di beberapa daerah di Sumsel diantaranya di Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan. Bahkan, bencana kali ini menelan korban jiwa.

Berdasarkan informasi, bencana banjir bandang dan longsor terjadi di Kecamatan Sungai Are Kabupaten OKU Selatan, Sumsel. Dimana bencana ini disebabkan karena hujan deras di daerah tersebut yang berlangsung selama beberapa hari ini.

Pelaksana tugas (Plt) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel, Iriansyah membenarkan kejadian tersebut.

Saat ini pihaknya terus memonitor dan menunggu tindak lanjut dari kabupaten apa yang diperlukan untuk ditindaklanjuti dari provinsi.

“Kami menunggu dari BPBD OKU Selatan apa saja yang dibutuhkan sehingga kami segera menindaklanjutinya dari BPBD Sumsel,” katanya saat dihubungi Jumat, (10/11/2017).

Menurutnya memang memasuki musim penghujan ini ada beberapa daerah yang rawan longsor dan banjir bandang yakni Empat Lawang, Pagaralam, Lahat, sebagian Muara Enim.

“Daerah ini merupakan daerah barat Sumsel dimana datarannya tinggi dan ada dilewati Sungai,” singkatnya.

Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD OKU Selatan, Doni Agusta mengatakan banjir bandang dan longsor terjadi beberapa desa di Kecamatan Sungai Are. Untuk bencana banjir bandang terjadi di desa Pulau Kemuning Kecamatan Sungai Are dimana berdampak memutuskan Jembatan Gantung Aek Sungai Are sebagai penghubung desa ke persawahan dan perkebunan penduduk.

Kemudian memutuskan juga Jembatan Aek Asahan panjang 10 meter penghubung Desa Sungai Are ke Desa Ujan Mas.

Sedangkan, untuk bencana longsor terjadi di Desa Cukuhnau Kecamatan yang menyebabkan satu unit rumah tertimbun tanah longsor

“Bencana longsor ini mengakibatkan tiga orang tertimbun. Namun, dua orang dalam keadaan selamat meskipun luka, kemudian satu orang meninggal dunia,” katanya saat dihubungi

Untuk data korban yang meninggal dunia yakni bernama Khatam 62 tahun, sedangkan dua orang yang selamat bernama Satam 55 tahun dan Sukardi 45 tahun.

Pihaknya saat ini telah memberikan bantuan baik dari provinsi, dan juga kabupaten seperti pangan yang diserahkan langsung Bupati.

Saat ini juga ada penambahan titik longsor. Namun, ia belum dapat memastikan berapa korban dan apa saja yang rusak. Lantaran, titik longsor ini sangat dalam dan tidak dapat dijangkau dengan kendaraan roda empat.

“Kami masih akan mengecek lokasi dahulu,” singkatnya.(MDN)