PALEMBANG,HS – Ambruknya tiang penyangga tol Becakayu di Jakarta beberapa waktu lalu. Menteri PU akan menghentikan sementara semua proyek yang memakai alat berat dan bekerja diatas tanah.Hal ini akan berimbas pada pembangunan di Sumatera Selatan, salah satunya pembangunan Light Rail Transit (LRT).
Ketua Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) LRT Sumsel dari Kementrian Perhubungan RI, Suranto mengakui pembangunan LRT di Sumsel sempat disinggung untuk dihentikan sementara. Namun, menurutnya, ini tidak akan menghambat pengerjaan mengingat LRT di Sumsel merupakan prioritas jelang Asian Games.
“Kami masih menunggu arahan dari pemerintah pusat apakah akan dihentikan atau tidak,” katanya saat dihubungi, Selasa (20/2/2018).
Ia mengaku saat ini penggunaan alat berat untuk girder LRT sudah selesai semua. Hanya saja tinggal penggunaan alat berat untuk mengangkat seperti pengangkatan peralatan power di stasiun, pengangkatan wesel dan lain sebagainya.
Atas kejadian di Jakarta Timur tersebut, untuk sementara waktu akan ditunda dahulu pengerjaan mayor ini. Namun, untuk pengerjaan minor yang tidak menggunakan alat berat seperti penyelesaian stasiun, pemasangan kabel untuk telekomunikasi dan pensinyalan tetap dilanjutkan.
“Semoga penyelesaian LRT ini tetap tepat waktu,” singkatnya.
Sementara itu, Kepala Proyek LRT pada PT Waskita Karya, Masudi Jauhari mengaku saat ini pengerjaan jalur layang sudah rampung tinggal pemasangan fasilitas operasi, stasiun Depo, Wesel dan finishing stasiun.
Untuk progres pembangunan fisik LRT sejauh ini sebesar 88 persen dan ditargetkan sebelum Asian Games selesai.