IMG-20160818-WA0001

PALEMBANG, HALUAN SUMATERA – Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi mengusulkan kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan melakukan pengembangan Laight Rail Transit (LRT) di Palembang melalui kerjasama dengan berbagai pihak baik Waskita Karya maupun BUMN dan BUMD untuk memanfaatkan potensi komersial yang ada di 13 titik stasiun LRT Palembang.

Menurut Budi Karya Sumadi, berdasarkan studi Kementrian Perhubungan di berbagai negara maju, justru yang membiayaai proses operasional perkeretaapiannya pihak
lain, bahkan pemerintah setempat mendapatkan income yang banyak dan dapat digunakan untuk mengembangkan proyek-proyek lainnya.

“Kita tau LRT Palembang ada 13 titik stasiun yang merupakan titik dimana penumpang LRT akan naik turun dan sudah sangat potensial dari sisi komersialnya. Jadi, ini yang saya harapkan, semoga LRT Palembang bisa selesai tepat waktu dimana saat Asian Games sudah digunakan dan
melancarkan program pemerintah,” ungkap Budi Karya Sumadi saat melakukan peninjauan progres pembangunan LRT Palembang di Zona I LRT, Kamis (18/8).

Budi Karya Sumadi mengungkapkan, dengan perkembangan Kota Palembang ditambah akan adanya event tingkat dunia, tentu akan memberikan perkembangan yang pesat bagi Kota Palembang. Seperti halnya LRT di Palembang, kata Budi Karya Sumadi, merupakan format luar biasa dan menjadi pola tertentu yang bias diterapkan. Pasalnya, biasanya yang dilakukan setelah macet baru dibangun transportasi massal, sementara di Palembang sebelum macet sudah dilakukan pembangunan LRT.

“Masyarakat Sumsel sudah seharusnya bangga dengan proyek besar ini, karena ini satu-satunya daerah diluar jakarta yang mendapat pembangunan LRT dengan panjang 23 KM, hanya satu satunya dan belum ada yang lain, jadi negara ini menjadikan Sumsel sebagai daerah percontohan di Indonesia,” terangnya.

Budi Karya Sumadi menambahkan, nantinya pola ini akan kita kembangkan bagaiman nantinya menyeluruh di kota-kota di Indonesia dengan kedepannya tidak menggunakan dana APBN lagi melainkan bisa dilakukan dengan sistem save depelopment maupun save finance. Sehingga, kata Budi Karya Sumadi, LRT ini disatu sisi bisa memberikan pelayanan kepada masyarakat, juga dapat menjadi bisnis baru bagi kota-kota lain di Indonesia. Bahkan LRT Palembang menunjukan bahwa ini salah satu pilihan untuk mengatasi masalah kemacetan.

“Palembang beruntung sebelum macet total sudah dibangun LRT, progresnya sendiri sudah berjalan sesuai dengan rencana dan bahkan sudah jauh lebih cepat, secara pribadi saya sangat mengapresiasi semua ini dan saya tidak bisa membayangkan dalam beberapa bulan sudah seperti ini, kita yakin target 2018 akan tercapai,” ujarnya.

Sementara, Gubernur Alex Noerdin mengatakan, mulanya LRT di Sumsel bersasarkan traifik tahun 2019 Palembang akan mengalami macet total dan terkunci, sehingga diperlukan transportasi masal yakni pembangunan LRT dan sekaligus untuk menambah fasilitas Asian Games 2018.

“Pada Asian Games nanti, atlet dan official turun di bandara langsung naik LRT dan menuju kawasan Jakabaring, disana akan ditunggu mobil-mobil elektrik dan mobil hidrogen karna ini adalah Grean Sport City. Satu-satunya di Asia Tenggara yang akan menggunakan teknologi mobil hydrogen adalah Jakabaring Sprot City,” ungkap Alex,

Lanjut Alex, beberapa hari lalu, delegasi asal Norwegia dan Denmark sudah datang untuk mendukung Asian Games di Palembang dengan rencana membangun Pembangikt Listrik Tenaga Matahari (PLTS), dan listriknya nanti digunakan untuk elektro laiser merubah H2O menjadi H2 sebagai bahan bakar mobil hidrogen serta ada SPBU dan sekaligus mobil hidrogennya didatangkan.

“Ini semua dibantu tiga negara dan gratis untuk mendukung suksesnya Asian Games, jadi the Gren Sport City satu-satunya di dunia,” terang Alex. Alex menambahkan, pembangunan LRT Palembang merupakan satu-satunya daerah di luar Jakarta dan bahkan Jakarta sendiri belum selesai, justru LRT Palembang yang akan selesai lebih cepat dibanding Jakarta.

“Jadi LRT ini tidak bisa lagi dipercepat karena semuanya sudah sangat cepat, dan sesuai dengan rencana, seperti apa yang disampaikan Waskita Karya. Sampai saat ini progres LRT sudah mencapai 10 sampai 11 persen dan terus berjalan, target akhir Desember 30 persen dan akhir 2017 struktur sudah selesai,” pungkas Alex. (and)