PALEMBANG, HS – Rencana Pertamina untuk mengedarkan Elpiji Bright Gas ukuran 3 kilogram nonsubsidi seharga Rp35.000 mendapat tentangan dari berbagai kalangan.

Ketua Bidang Litbang dan IT Rescue Partai Perindo Sumsel Ahmad Mada Taufik menilai, pengedaran gas elpiji nonsubsidi ini justru akan membuat kelangkaan elpiji bersubsidi.

“Rencana ini akan berimbas pada masyarakat bawah. Daya beli masyarakat akan berkurang. Akibatnya gas bersubsidi nanti akan semakin langka,” kata Ahmad Mada, Minggu (1/7).

Menurut Mada, adanya gas elpiji nonsubsidi juga bisa dimanfaatkan oknum untuk menyulap elpiji bersubsidi menjadi nonsubsidi. Sehingga masyarakat dirugikan.

“Sama halnya dengan premium. Gas bersubsidi bisa semakin langka dengan adanya gas nonsubsidi. Saya meminta agar rencana pengedaran ini untuk dipertimbangkan lagi,” tegas Mada.