PALEMBANG,HS – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia,  Ignasius Jonan didampingi oleh Wakil Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Mawardi Yahya, Walikota Palembang Harno Joyo, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nike Widyawati serta Direktur Utama PT Pusri Mulyono Prawiro meresmikan beroperasinya pipa transmisi gas open access Grissik-PUSRI (GrisPus) sekaligus meresmikan jaringan gas kota (Jargas) kota Palembang. peresmisan dipusatkan di Stadion Patra Jaya, Palembang, Minggu (31/3).
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia,  Ignasius Jonan  menuturkan, Pipa trasmisi gas Grissik-PUSRI diperlukan dalam menjaga pasokan gas yang berkelanjutan untuk industri pupuk, khususnya PT Pupuk Sriwijaya Palembang (PUSRI) yang kini memiliki pabrik baru yaitu PUSRI II-B.
Selain itu, pasokan gas tersebut kedepannya diperuntukan  memenuhi kebutuhan pembangkit listrik, pengembangan KEK Tanjung Api-Api, jaringan gas rumah tangga dan industri lainnya.
“Proyek pipa gas Grissik-PUSRI penting bagi industri pupuk untuk menjaga ketahanan pangan Indonesia. Tidak hanya itu, tapi nantinya juga untuk memenuhi kebutuhan gas pembangkit listrik di Sumatera Selatan dan kawasan ekonomi setempat,” katanya
Dikatakannya pula, jika pada  tahun depan Kementerian ESDM mendapat anggaran jargas untuk 1 juta sambungan rumah, maka Provinsi Sumsel akan mendapat tambahan lagi. Karena  Provinsi  Sumsel termasuk yang memiliki  sumber gas yang besar.
“Kalau ada anggaran tambahan membangun sambungan gas untuk rumah tangga, akan menghemat import LPG, kalau ini bisa dilakukan devisa nya bisa dihemat,” tambahnya
Sementara Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya menambahkan, maanfaat yang dihasilkan dari jaringan gas kota (Jargas) kota Palembang sangat menguntungkan bagi masyarakat, terlebih mengenai biaya yang relatif lebih murah hampir 50 persen jika dibandingkan gas lpg.
“Tidak merepotkan seperti halnya menggunakan gas tabung, hanya tinggal mengecek meterannya saja,” tegas Wagub.
Atas nama Pemprov. Sumsel, Mawardi mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Pusat yang telah mengalokasikan Jargas di kota Palembang sebayak  7000 lebih jaringan rumah tangga.  Dia juga  berharap, kedepan  apa yang telah dilakukan di kota Palembang tersebut diikuti juga oleh Kabupaten dan kota lainnya di Sumsel.
“Ini benar-benar menunjukan komitmen pemerintah yang sangat memikirkan masyarakat. Karena lebih hemat  Jargas jika dibanding menggunakan LPG tabung,” ungkapnya.
Dalam kesempatan yang sama pula Wagub Sumsel membantah isu  yang berkembang terkait dengan PT Pusri dipindahkan ke luar Sumsel.
“PT Pusri merupakan kebanggaan bagi masyarakat Sumsel. Harus tetap berada Sumsel,” pungkasnya.
Untuk diketahui Pipa transmisi gas Grissik-PUSRI dibangun Pertagas dengan panjang 176 km dan diameter 20 inchi, membentang melewati Kabupaten Musi Banyuasin, Kabupaten Banyuasin dan Kota Palembang. Jaringan gas Palembang dibangun di Kelurahan Tuan Kentang, Lima Ulu, Enam Belas Ulu dan Plaju Ulu.