PAEMBANG,HS-DPP Ampera Sriwijaya bekersama dengan Wakil Ketua Komite IV DPD RI Siska Marleni, SE, M.Si dan Lembaga pengelolah Dana Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM )Kementerian Koperasi serta UMKM RI mengadakan sosialisasi dan lokakarya LPDB KUMKM di kantor Perwakilan DPD RI Jakabaring Palembang, Rabu (27/ 02/18)

Acara ini dihadiri 115 peserta pelaku usaha sandang,kerajinan, home industri,serta makanan dan minuman yang tergabung dalam himpunan/asosiasi/organisasi serta kelompok usaha seperti Ampera Bari yang di ketuai Nur Syamsu dan Ampera Karya Abadi (AKA) yangbd ketuai Erwin

Menurut Budi Sulistiyani Ketua DPP Ampera Sriwijaya,LPDB-KUMKM ini merupakan satuan kerja kementerian koperasi untuk pembiayaan Koperasi dan UMKM yang berfungsi untuk mengoptimalkan pengelolaan dana bergulir, sehingga

Adapun menurut Budi Sulistiyani LPDB-KUMKM berperan Melakukan manajemen keuangan negara yang terkait dengan proyek di bidang KUMKM (Pembangunan Pasar, Pemasaran, dan Pembiayaan Ekspor-Impor).

LPDB-KUMKM merupakan instasi pemerintah yang menerapkan Pola Pengelolaan Keuangan Independen dan Terpisah, sehingga LPDB-KUMKM berhak melakukan kebijakan sesuai dengan kebutuhan. Dengan dibentuknya LPDB-KUMKM diharapkan pengelolaan dana bergulir dapat dilaksanakan.
Beberapa tugas LPDB KUMKM ini anatara lain Melakukan standarisasi keuangan dan manajemen produk di kalangan KUMKM.

Mendistribuskan dan mengelola dana APBN yang beredar di bank daerah, BPR, dan Koperasi untuk memaksimalkan penggunaan anggaran agar tepat guna, dan tepat sasaran.

Selanjutnya Budi Suklistiyani yang biasa di panggil Yeyen menjelaskan ada beberapa Kendala Pelaku usaha seperti akses perkuatan modal, ketersediaan bahan baku, teknik produksi dan pemasaran.

Melalui Koperasi Ampera Sriwijaya
berharap pelaku usaha bisa dibiayai pinjaman modal usaha oleh LPDB – KUMKM.

“Harapan saya pelaku usaha bisa dibiayai pinjaman modal usaha oleh LPDB melalui AMPERA Sriwijaya sebagai mitra chaneling” ujar Yeyen

“untuk penyaluran dana bergulir ini akan disalurkan melalu Koperasi Ampera Karya Abadi(AKA),”pungkas Yeyen