Hj.Asmawati, SE saat memberikan sosialisasi nilai-nilai kebangsaan di SMKN 3

PALEMBANG,HS –Arus globalisasi dan modernisasi membuat generasi muda hanyut dalam gaya hidup dan sikap individualis, acuh tak acuh terhadap lingkungan sekitar dan tidak peduli dengan tangung jawab moral.

 

Banyak generasi muda yang hanyut dalam gemerlap dunia, mengisi waktu untuk kesenangan pribadi tanpa memikirkan masa depannya. Ditambah lagi dengan keadaan Indonesia yang kisruh saat ini akan berdampak bagi pembentukan karakter generasi muda kedepannya.

 

Oleh karena itu, mengingatkan kembali nilai-nilai kebangsaan kepada siswa sangat diperlukan agar siswa tetap memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi.
Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Hj. Asmawati,SE,MM dalam acara sosialiasi nilai kebangsaan dengan siswa SMKN 3 Palembang, Selasa (28/2).

 

Asmawati mengatakan, wawasan kebangsaan tentang Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika sangatlah diperlukan siswa sebagai bentuk penguatan kembali nilai-nikai yang Mukai terkikis tersebut.

 

“Dengan pemahaman kebangsaan yang baik, maka siswa tidak akan mudah terprovokasi, serta akan menimbulkan rasa kebersamaan dan aktifitas tawaran tidak akan terjadi lagi,” ungkapnya disela kegiatan sosialiasi di aula SMKN 3 Palembang.
Dijelaskan Asmawati, meskipun siswa sebelumnya sudah mengatahui tantang nilai kebangsaan, namun pengasahan kembali sangat perlu dilakukan agar nilai – nilai yang ada tidak menghilang dan terkikis. Tak hanya itu, salah satu benteng kuat agar siswa tidak terpengaruh dengan keadaan bangsa saat ini, penguatan nilai kebangsaan adalah pilihan yang tepat.

 

“Ibarat pisau kalau tidak sering diasah maka akan tumpul. Sama halnya dengan nilai kebangsaan ini, kalau tidak dilakukan sosialiasi secara baik kepada siswa dikhawatirkan nilai-nilai ini akan menipis dan terkikis,” tegasnya.

 
Sementara itu, salah satu pemateri dalam acara sosialiasi kebangsaan itu, Neny Rostiati, dalam aplikasi di lapangan nilai – nilai kebangsaan sangatlah ditentukan dengan kedisiplinan siswa. Dari sifat disiplin dan ditambah dengan nilai kebangsaan yang tinggi menjadikan siswa bertanggungjawab baik bagi dirinya sendiri, keluarga, masyarakat, bangsa dan agama.

 

“Dari silat disiplin inilah, siswa akan sadar jika negara kita memiliki aturan UUD yang harus dipatuhi bersama,” paparnya.

 
Dia menilai, disiplinneruoakan tameng agar siswa tidak terpengaruh terhadap kondisi bangsa saat ini. Siswa juga akan memiliki rasa nasionalisme yang tinggi bagaimana menjaga aset-aset bangsa ini agar tidak dimikiki oleh asing. “Dampak dari sifat disiplin yang tinggi dalam penerapan nilai kebangsaan ini sangatlah luar biasa. Ini menjadi tugas kita bersama bagaimana mewujudkan siswa kita memiliki nilai kebangsaan yang tinggi,” ucap Ketua Sekomah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Syariah (Stebis) IGM Palembang ini (HSN)