Foto (Ist)

PALEMBANG,HS – Dukungan Partai Amanat Nasional (PAN) Sumatera Selatan terhadap pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden, Prabowo Subianto-Sandiaga Salahudin Uno, tidak lagi solid.
Sejumlah kader memilih membelot dan secara terang-terangan mendukung kandidat petahana. Bahkan, dukungan terhadap Joko Widodo-Ma’ruf Amin tidak hanya sekedar ucapan lisan, namun sudah dideklarasikan.
Deklarasi ini dilakukan di Palembang pada Rabu, 12 Desember 2018. Meski deklarasi hanya dihadiri sekitar 25 orang, namun para kader yang hadir mengklaim sebagian kader di Sumatra Selatan mendukung keputusan tersebut.
Salah satu kader PAN, Sholahudin mengatakan, banyak kader yang sudah menyatakan mendukung Jokowi-Ma’ruf, namun belum berani mengungkapkannya kehadapan publik karena masuk dalam lingkaran partai.
“Hal yang mendasari kami mendukung Jokowi-Ma’ruf karena rekam jejak yang sudah terlihat nyata. Terutama pembangunan di Palembang yang mengalami progres percepatan di era kepemimpinan Jokowi,” ungkap Sholahudin.
Menurutnya, pembangunan di bumi pertiwi pun sangat membanggakan. Sementara untuk di Sumatera Selatan, pembangunan yang sudah bisa dinikmati masyarakat antara lain ialah jalan tol, Light Rail Transit, Jembatan Musi IV dan VI, Flyover dan sebagainya.
“Selama masa kepemimpinan Jokowi pun sudah dilakukan pembagian sertifikat gratis. Karenanya, baik kami sebagai kader PAN maupun simpatisan mendukung Jokowi-Ma’ruf untuk melanjutkan satu periode lagi,” ujarnya.
Sholahudin menerangkan, selaku kader yang merupakan masyarakat Sumatera Selatan, tentu sudah melihat apa saja buah hasil kinerja Jokowi selama empat tahun menjadi Presiden.
“Kita semua sudah melihat dan merasakan. Kami memberi dukungan untuk Jokowi berkesempatan maju dan memimpin untuk 2 periode. Agar Jokowi berkarya lebih jauh, mempertahankan NKRI secara utuh,” jelasnya.
Sholahudin menerangkan, deklarasi ini tidak ada sangkut paut dengan pengurus PAN di daerah dan pusat. Namun ia berharap nantinya semua pengurus partai dapat termotivasi dan berani mengikuti langkah mendukung kandidat yang tepat.
“Tidak masalah jika kami diberi sanksi, kami ambil terbaik untuk negara. Harus berani, tidak bisa hanya diam. Kader punya hak suara,” tegasnya.
Selain masalah pembangunan infrastruktur, kata dia, Jokowi dinilai juga memperhatikan pemberdayaan sumber daya manusia dan termasuk kesejahteraan masyarakat.
“Kami harapkan ada perubahan di kubu PAN sendiri. Kami mendukung Jokowi-Ma’ruf, memulai dari kader dan simpatisan,” tutupnya