PALEMBANG,HS — Saat ini pemerintah lebih memfokuskan pendidikan anak melalui Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), sebelumnya pemerintah lebih konsentrasi kepada pendidikan dasar, menengah pertama, hingga kejuruan untuk menyiapkan tenaga terampil.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Mendikbud), Muhadjir Effendy mengatakan saat ini pemerintah fokus dalam paud untuk membentuk sikap pelajar. Tetapi masih banyak yang harus disiapkan mulai dari sarana dan prasarana.
“Saat ini sudah dilaksanakan satu desa satu paud melalui kementrian desa, kita siapkan sarana dan prasarana nya ada paud nya ada pengajar nya,” jelasnya saat diwawancari
Paud sebenarnya tidak ada kurikulum karena bukan sekolahan, bentuk pendidikan anak-anak itu ada tiga yang pertama perawatan anak, playgroup dan taman kanak-kanak. Artinya, tiga kelompok itu bukan sekolahan tetapi tempat cara pendekatan dan pembentukan anak-anak.
“Paud sendiri sebenarnya bukan sekolah, kan sesuai namanya. Ini bagaimana cara tenaga terampil membentuk sikap anak-anak dengan cara yang baik,” ujarnya.
Lanjutnya, untuk Integrasi posyandu dan paud sedang diusahakan agar berdekatan. Sehingga pemanfaatnnya bisa optimal, Kalau paud dan posyandu saling terintegrasi ibu-ibu bisa mendapatkan pengetahuan lebih tentang cara merawat anak dan lain-lain.
“Kan lebih praktis kalau saling berdekatan, ibu-ibu ketika mengantar anaknya ke paud bisa diberi penceraahaan informasi cukup, keterampilan dasar bagaimana cara merawat anak,” ujarnya.
Untuk TNI yang menjadi pengajar di paud di persilahkan, tetapi mereka bukan menjadi pengajar utama melainkan diperbantukan untuk paud yang kurang pengajar.
“Kalau paud di desa nya kurang pengajar TNI di perbantukan, tetapi status mereka tetap TNI,” ujarnya. (mg4)