Sebagian besar penyebab parahnya kondisi drainase di Kota Palembang disebabkan oleh banyak sampah yang berhamburan di dalam drainase

PALEMBANG, HS – Beberapa jurnalis di Kota Palembang coba mengklarifikasi tentang kondisi drainase di Kota Palembang kepada Kepala Bidang (Kabid) Drainase PU BM dan PSDA Kota Palembang, Ahmad Bastari Yusak, Kamis (15/9) pukul 15.30 WIB.

Ketika itu, Bastari bersama Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda dan rombongan meninjau tembok milik PT Pusri, yang dianggap telah menghalangi jalur air ke Sungai Musi.

Setelah mewawancarai Wakil Walikota, awak media berusaha untuk menanyakan kondisi drainase di Kota Palembang saat ini. Ketika akan dimintai komentarnya, bukan justru memberikan penjelasan terkait pertanyaan, namun Kabid ini menolak untuk diwawancara sembari menyalahkan media.

“Saya tidak bisa memberikan statmen, nanti dimarah. Gara-gara berita kalian sepotong-sepotong saya dihujat habis-habisan,” cetus Bastari menuju mobilnya yang terparkir.

Awak media pun berupaya untuk menanyakan berita yang mana yang dimaksud dan media mana yang memberitakan sehingga dirinya dihujat, dengan harapan bisa mengklarifikasi hak jawab. Namun, Bastari hanya menjawab, media agar menghubungi kepala dinas saja.

Sebelumnya, seperti yang telah diberitakan, Dinas PUBM dan PSDA Kota Palembang pernah mendapatkan hadiah mobil sedot lumpur tahun lalu karena drainasenya terbaik ke dua se-Indonesia.

Namun, pada faktanya drainase di Kota Palembang masih banyak yang mengalami pendangkalan dan masih banyak yang harus diperbaiki. Saat hujan deras, genangan air terpantau tumpah ke jalan protokol bahkan genangan air sangat memprihatinkan dan membuat kendaraan banyak yang mogok. (UDI)