IMG-20160818-WA0003

PALEMBANG, HALUAN SUMATERA – Menteri Perhubungan RI Budi Karya Samadi menilai progres pembangunan  Light Rail Transit (LRT) di Palembang, Sumatera Selatan sudah berjalan sesuai  dengan rencana bahkan progresnya sangat cepat. Melihat cepatnya pembangunan tersebut, Menhub yakin mega proyek ini akan selesai  sebelum pelaksanaan Asian Games 2018.

Menurut Budi Karya, pembangunan LRT akan memberikan dampak positif terhadap perkembangan Kota Palembang. Bahkan moda transportasi ini layak menjadi contoh  untuk mengatasi dan mencegah kemacetan di seluruh wilayah Indonesia.

“Biasanya kita macet dulu baru dibikin kereta api tetapi di Palembang belum macet  total sudah dilakukan pembangunan LRT dan ini suatu pola yang tentu sangat baik,” ungkap Budi Karya Samadi saat melakukan peninjauan LRT Palembang di Zona I LRT,  Kamis (18/8).

Menhub mengungkapkan, masyarakat Sumsel sudah sepatutnya merasa bangga
dengan proyek besar ini karena merupakan satu-satunya daerah yang di luar Jakarta mendapatkan proyek LRT yang panjangnya hingga 23 kilometer tersebut.

Sementara Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin mengatakan, dibangunya LRT Palembang ini berawal dari trafik yang menunjukan di tahun 2019 Palembang akan macet total dan terkunci. Untuk mengatasi kemacetan total tersebut harus diatasi dengan membangun sarana transportasi massal, yakni LRT.

“Pembangunan LRT ini sudah tidak lagi dipercepat karena sudah sangat cepat dan  ini nantinya untuk mendukung berlangsungnya Asian Games 2018,” ungkapnya.

Lanjut Alex, baru baru ini delegasi asal Norwegia dan Denmark datang ke
Palembang terkait rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Kemudian akan membuat konsep merubah H2O menjadi H2 sebagai bahan bakar mobil  hidrogen, termasuk SPBU dan mobil hidrogennya.

“Ini semua dibantu oleh tiga negara dan gratis untuk mendukung Asian Games. Kita  akan memakai konsep green sport city karena ini yang pertama kali menggunakan  hydrogen car dan satu-satunya di dunia,” pungkas Alex.(And)