IMG_20160822_120736 - Copy

OI, HS – Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa meresmikan Gedung Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL), Sumatera Selatan (Sumsel), yang berlokasi di Panti Sosial Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir, Senin (21/8).

Menurut Mensos Khofifah Indar Parawangsa, Gedung IPWL tersebut dijadikan sebagai shelter yang diharapkan mampu mengurangi kuantitas pecandu narkoba, khususnya di Sumsel.

Di Indonesia sudah ada 162 gedung IPWL yang bertugas menekan angka pengguna narkoba. Jika ada masyarakat dimanapun yang ingin sembuh dari kecanduan narkoba, ada baiknya dapat direhabilitasi,” ungkapnya.

Selain meresmikan gedung IPWL, lanjut Mensos Khofifah, pihaknya juga mengecek kesiapan pusat antisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) sebagai tindaklanjut instruksi Presiden Jokowi. Shelter karhutla difungsikan untuk para korban karhutla dengn menyiapkan ruang belajar dan bermain untuk anak-anak,” ujarnya.

Mensos Khofifah menambahkan, di Sumsel, ada empat kabupaten yang berpotensi besar terjadinya karhutla yakni Ogan Ilir, OKI, Banyuasin dan Muba. Keempat kabupaten ini mendapatkan perhatian serius dari pemerintah pusat.

Ya, potensi hotspot berada di lahan gambut. Walaupun tidak tampak, tapi sewaktu-waktu akan muncul seketika. Ini sudah ada pengalaman di tahun lalu sehingga memang perlu ada tim khusus yang menangani masalah karhutla,” jelasnya.

Sambungnya, Kabupaten OI merupakan satu dari empat kabupaten yang titik hotspotnya perlu diantisipasi.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Bupati OI, HM Ilyas Panji Alam mengatakan, pihaknya sejak beberapa waktu lalu telah membangun posko kahutla di KTM Rambutan yang berguna mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

Kita juga bentuk desa siaga. Jika ada titik api, langsung sigap dipadamkan. Semua petugas terlatih. Bahkan masyarakat juga dilibatkan dalam memadamkan api. Kami tak hentinya beri penyuluuan ke masyarakat agar jangan membakar hutan atau lahan saat membuka lahan. Kami optimistis tahun ini target zero asap dapat terealisasi,” ucap Ilyas. (eL)