PALEMBANG,HS – Menteri Agama Republik Indonesia, Lukman Hakim Saifuddin, tegaskan kabar beredar tentang penghapusan mata pelajaran atau ilmu agama di instansi pendidikan Indonesia, semua itu adalah salah paham.
Menurutnya, Itu semua tidak benar sama sekali tidak benar, informasi yang dihimpun tanpa konfirmasi yang tidak mendasar.
“Hakikatnya, bangsa Indonesia asalah bangsa dengan mayoritas umat beragama Islam. Nilai agama harus tetap ada dan kaji mendalam agar memahami apa yang seharusnya jadi dasar umat untuk lebih religius,” katanya
usai peresmian Gedung Baru di lantai II Tower Auditorium dan Student Centre Universitas Islam Negeri Raden Fatah (UIN RF) Palembang, Kamis (11/7/2019).
Lanjutnya, seluruh ilmu memiliki pandangan masing-masing. Tapi tidak untuk agama, apalagi Islam yang mengajarkan kebenaran.
“Bagaimana mungkin (dihapuskan) kita adalah negara pancasila yang seluruh sila-silanya adalah hakikat nilai agama dan berpedoman ketuhanan Maha Esa,” pungkasnya
Ia juga mengatakan, Dengan mayoritas masyarakat Indonesia beragama Islam. Sambungnya, lebih baik semua stakeholder terkait untuk saling bahu membahu menjunjung tinggi Agama Islam.
“Kita adalah bangsa yang mayoritas Islam, Justru kita menjadikan pendidikan agama itu jadi media supaya masyarakat kita tetap agamis tetap menjunjung tinggi dan mendasari segala tindakan, aktifitas kesehariannya dengan nilai-nilai agama,” pungkasnya
Ia menambahkan, pemahaman yang benar yang harus disampaikan. Jangan sampai menjadi salah jalan.
“Maksudnya yang ditakutkan adanya radikalisme itu kekhawatiran dari cara mengajar dan menyampaikan yang tidak tepat. Kadi bukan penidikan agama yang dhilangkan tapi cara penyampaian, ibarat celana dirasa tidak cukup, bukan kaki kita yang dipotong, atau kalau peci kekecilan bukan berarti kepala kita harus dkecilkan. Jadi intiya metodenya-metodenya harus sepaham, bukan dihapuskan,” tutupnya