PALEMBANG, HS – Pembuatan master soal untuk pelaksanan Ujian Sekolah (US) dan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) mulai dilakukan MGMP PPKn tanggal 15 Februari 2018 dan Sabtu tanggal 17 Februari 2018 keseluruhan soal-soal ujian selesai diracik.

Plt Sekretaris Dinas Pendidikan Sumsel, Bonny Syafrian SE, MM mengungkapkan bahwa Ujian Sekolah Berstandar Nasionl (USBN) untuk jenjang SMP, SMA dan SMK pada tahun berbeda dari pelaksanaan tahun lalu. Untuk US, mata pelajaran yang diujiankan antara lain ada Pendidikan Agama, PPKn, IPS, Seni Budaya dan Keterampilan, Penjaskes dan Olahraga.

Sekadar diketahui Kemendikbud bahkan menginformasikan soal USBN sebanyak 90 persen merupakan pilihan gannda. Namun, sisanya 10 persen adalah soal esai.

“Materi soal USBN itu 20 sampai 25 persen dari pusat. Nah, sisanya disiapkan oleh guru dan dikonsolidasikan di MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran),” katanya.

Ya. Sebagai pembanding, pada 2017, USBN di jenjang SMP hanya tiga matapelajaran. Sedangkan USBN di jenjang SMA tahun lalu berlaku enam mata pelajaran dan di SMK ada tiga mata pelajaran.

Guna memercepat proses pembuatan serta penyusunan master soal-soal ujian, MGMP PPKn tingkat SMA Negeri dan Swasta se-kota Palembang melaksanakan musyawarah secara bertahap bersama para guru-guru PPKn. Dari Pantauan HALUAN SUMATERA, Kamis 15 Februari 2018, nampak 50 guru PPKn perwakilan dari berbagai SMA terlibat langsung dalam proses pembuatan soal-soal ujian baik Ujian Semesteran dan soal USBN.

Ketua MGMP PPKn Palembang, Merry Furnamasari SPd MM menyebutkan, master soal USBN mata pelajaran PPKn ditargetkan selesai pada 17 Februari 2018 mendatang. Ada empat paket soal yang siap dibuat, dua paket untuk ujian utama, satu paket untuk susulan dan sisanya cadangan.

“Itupun dalam setiap paket berbeda, ada yang Kurikulum 2006 dan Kurikulum 2013,” cetus Merry usai pembukaan MGMP PPKn di SMA Negeri 10 Palembang, Kamis (15/2).

Tak sampai di situ. Merry yang juga Koordinator Wilayah Sumsel untuk MGMP yang memeroleh bantuan sejak 2016 yang ditunjuk oleh Dirjen GTK Kemendikbud menambahkan, soal-soal ujian yang sudah dibuat selanjutnya akan dikirimkan ke Diknas Provinsi Sumsel guna disahkan.

“Ya, Alhamdulillah di MGMP PPKn ini, para guru-guru cukup aktif dan termotivasi dalam membuat soal-soal ujian,” dia berkata.

Berapa hari MGMP PPKn dilaksanakan? Ungkap Merry yang kini mengajar di SMA Negeri 10 Palembang, MGMP dilangsungkan selama tiga hari berturut-turut yaitu dari Kamis 15 Februari sampai Sabtu 17 Februari 2018.

Dilanjutkan Merry, bahwa MGMP PPKn Kota Palembang selain membuka kegiatan juga menutup kegiatan sebelumnya yaitu kegiatan Pengembangan Keprofesian dan Berkelanjutan (PKB), Kurikulum 2013 Revisi dan Karya Inovatif. Di mana semua kegiatan itu dilaksanakan dengan dana mandiri.

“Alhamdulilah kegiatan yang dimulai dari tanggal 7 Oktober 2017 berakhir tanggal 11 Desember 2017 lalu,” ucapnya.

Bahkan, MGMP juga telah bekerjasama dengan P4TK PPKn IPS Malang. Alhasil, P4TK Malang juga memberi apresiasi kepada MGMP PPKn Kota Palembang yang tetap melaksanakan kegiatan tanpa mendapat bantuan dari P4TK demi kemajuan guru-guru PPKn.

“Waktu itu kita pakai dana mandiri,” ujar Merry yang dipercaya menjabat Ketua MGMP PPKn Kota Palembang periode 2017-2020.

Sementara itu, Dra Regina Ratnarani, Msi selaku Pengawas MGMP PPKn Diknas Sumsel mengemukakan, dari sekian mata pelajaran yang diujiankan MGMP PPKn termasuk yang paling eksis. Bahkan, MGMP ini pun pernah berprestasi di tingkat nasional.

“Lalu, bagaimana dengan pengembangan soal Ujian Semester dan USBN? Nah, di musyawarah ini para guru-guru diajarkan cara mengembangkan alur soal, bagaimana mem-breakdown kisi-kisi USBN-BSNP menjadi kisi-kisi soal USBN. Bahkan, guru-guru mata pelajaran PPKn juga diajarkan cara menentukan berapa paket soal, bentuk soal, dan pedoman penskorannya,” dijelaskan Regina.

Pada MGMP PPKn se-Kota Palembang juga menghadirkan Instruktur Nasional I Gede Mendera, MT. Menurut Mendera, bila mengacu sisi syarat kisi-kisi soal yang baik maka soal yang dibuat perlu mewakili isi kurikulum secra tepat. Komponen-komponennya rinci, jelas dan mudah dipahami serta dapat dibuat soalnya.

“Musyawarah ini sebetulnya bertujuan memberikan materi kepada guru-guru mata pelajaran PPKn bagaimana cara membuat soal-soal ujian yang baik dan benar. Ya, boleh dikata ini kan bagian dari sebuah penyegaran untuk guru-guru sebab mereka sudah lama tidak membuat soal bersama-sama. Dan, kita ingin hasil soal-soal yang dibuat, ditelaah, dan diracik dapat menggambarkan bagaimana mutu sekolah itu terhadap mata pelajaran,” kata Mendera.

Sambung Mendera, dalam pembuatan soal mata pelajaran PPKn ini dibagi menjadi dua kurikulum, yaitu kurikulum KTSP dan kurikulum 2006 dan kurikulum 2013. Pembuatan soal-soal ini dikerjakan sesuai kisi-kisi yang didapatkan dari pusat.

“Di MGMP PPKn ini para guru-guru diajarkan bagaimana berpikir yang tidak sekadar mengingat namun menyatakan kembali atau merujuk tanpa melakukan pengolahan,” dituturkannya. (REY)