pemotongan-pita-tanda-diresmikannya-mini-market-ump

Rektor UMP, Abid Djazuli,saat pemotongan pita tanda diresmikannya mini market UMP

PALEMBANG,HS  – Dasar utama dibuatnya mini market Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP) salah satunya  untuk meningkatkan usaha bisnis sekaligus dijadikan sebagai opsi tempat magang mahasiswa.

Hal ini diungkapkan Rektor UMP, Abid Djazuli, sebagai media praktik mahasiswa dalam bidang usaha dan bisnis terutama bagi mahasiswa fakultas ekonomi UMP untuk meningkatkan kemapuannya. Wadah praktik baru ini sangatlah penting bagi kebutuhan mahasiswa agar mampu menggali potensi yang dimiliki.

“Biasanya mahasiswa kita magang diluar dibeberapa perusahaan dan instansi yang berkaitan dengan jurusan mereka. Dengan adanya mini market ini tentunya bisa mempermudah mahasiswa mencari tempat magang terkhusus fakultas ekonomi,” jelasnya usai acara launching mini market UMP, kemarin.

Dikatakan Abid, berbagai manfaatnya akan didapatkan oleh pihak kampus dengan adanya mini market baru ini, salah satunya menambah pundi-pundi kemasukkan uang lembaga pendidikan.

“Bagi kampus sendiri dengan adanya mini market ini bisa menambah kemasukkan dalam segi materi dalam jangka panjang. Jika dikelalo dengan baik , mulai dari pemberdayaan SDM yang profesional menjadikan usaha bisnis yang menjanjikan dan bermanfaat bagi pihak kampus dan mahasiswa UMP,” jelasnya kepada Haluan Sumatera.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumsel, Romli menyambut baik usaha bisnis mini market yang dinilainya sangat dioerlukan dan penting bagi UMP. Dengan adanya mini market keinginan pihak kampus memberikan wadah bagi karyawan, dosen dan mahasiswa untuk meningkatkan Skill dalam berbisnis bisa terwujud.

“Banyak mannfaat yang bisa didapat dari keberadaab mini market ini, bagi kampus hilnya akan kembali ke lembaga, bisa dijadikan mahasiswa untuk praktik dan dosen karyawan mempunyai peluang untuk berbisnis,” ujarnya.

Dikatakannya, sebelumnya pihak UMP telah memberikan kepada mahasiswa, dosen ataupun karyawan yang ingin mencoba keberuntungannya dalam bidang bisnis dengan menyediakan 44 lapak kantin yang bisa ditempati. Kesempatan baik ini harus dimanfaatkan dengan baik bagi semua elemen kampus yang memiliki jiwa bisnis BSA tersalurkan.

“Semuanya telah tersedia, mulai dari wadah bisnis ataupun tempat magang yang relatif lebih mudah dan dekat dalam jangkauan. Tinggal mahasiswa ataupun dosen itu sendiri mau apa tidak memanfaatkannya dengan baik agar usaha ini dapat maju dan berkembang,” pungkasnya (Hsn)