PALEMBANG,HS – Pembangunan Tugu Ikan Belido yang akan menjadi Ikon Kota Palembang yang baru yang dipasang di Benteng Kuto Besak (BKB) menyisakan cerita di balik kemegahannya.

Seperti pembuatannya yang menelan dana Rp3,3 Miliar dari dana CSR PT Bukit Asam, Tbk yang menuai kritik dari masyarakat termasuk netizen di dunia maya, rame-rame mereka berkomentar terkait bentuk fisik si Ikan Belido itu, yang katanya jauh dari bentuk asli ikan belido.

Di akun instragramnya Ketua Komite Seni Rupa Dewan Kesenian Palembang (DKP) Marta Astra Winata, berkomentar, “Kalo dari awal tugu ini kayak pesawat hercules, ternyata hampir selesai masih seperti itu Apa ini bentuk ikan SELONTOK, ini la akibat dak kordinasi dengan seniman patung di kota ini, seniman patung dianggap patung,’ tulisnya di instragramnya

Saat dikonfimasi, Marta mengaku pembangunan Tugu Belido Pemkot Palembang tidak pernah berkoordinasi dengan pihaknya. Hal ini sangat ia sayangkan, mengingat DKP adalah mitra dari Pemerintah Kota Palembang,

“Ya, Tidak pernah DKP dilibatkan pada pembangunan Tugu Ikan Belido, apa lagi melibatkan seniman patung di Kota ini kan sangat miris. DKP ini sebagai mitranya Pemerintah Kota dan Dinas yang terkait,” katanya usai dikonfirmasi kamis (10/8/2017),

Ia juga berharap kepada Pemkot palembang untuk berkoordinasi dengan DKP atau seniman lokal yang kaitannya dengan seni dan budaya kota Palembang,

“Ini saran saya mohon kepada pemerintah terkait untuk kordinasi dong degan DKP atau seniman lokal kalau ada aktifitas atau kegiatan yang berhubungan degan seni budaya di kota ini,” harapnya.

Ditanya Soal bentuk patung ikan yang terbuat dari bahan tembaga dilapisi perak yang di pesan dari Boyolali jawa timur, Menurutnya, ia berpendapat tidak mendekati bentuk ikan belido. “Itu lebih mirip ikan betutu atau ikan selontok kalo ada yang bilang mirip pesawat Hercules ya mirip,” ucapnya.

Sementara itu Reza (23) warga Kemang Manis saat dimintai komentar mengatakan, kalo bentuknya gede gitu jadi mirip ikan paus atau hiu, karena ikan belido itu lebih langsing tidak begitu. Walau begitu ado kok miripnya sedikit, buntutnya (ekor) kan naik ke atas,

Mengetahui adanya komentar ini, Kepala Dinas Kebudayaa Kota Palembang, Sudirman Teguh bilang, ia gak mau menanggapi apapun komentarnya. “Gak perlu dikomentari, memberi komentar tergantung niatnya,” ucapnya santai. (MDN)