Penyerahan SIG Kopi Semende di Istana Wapres RI, Jakarta Pusat.

Penyerahan SIG Kopi Semende di Istana Wapres RI, Jakarta Pusat.

MUARAENIM, HS – Kegiatan acara pembukaan pembekalan dan penyerahan Sertifikat Indikasi Geografis Kopi Robusta Semende kepada Masyarakat Peduli Indikasi Geografis (MPIG) “Apit Jurai” Kopi Robusta Semende tahun 2016, dilaksanakan di Hotel Griya Sintesis, Kabupaten Muaraenim.

Kegiatan ini terdiri dari 50 orang peserta pengurus dan anggota MPIG, yang berasal dari 3 kecamatan yaitu Semende Darat Ulu (SDU), Semende Darat Tengah (SDT), Semende Darat Laut (SDL). Kegiatan berlangsung selama 4 hari, dimulai hari Kamis – Minggu (17-20/11).

Narasumber dalam kegiatan pembekalan pengurus MPIG berasal dari Direktorat Jenderal Merek dan Kekayaan Intelektual, Kementerian Hukum dan HAM, Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia Jember, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Muaraenim, Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Muaraenim, Dinas Kesehatan Kabupaten Muaraenim.

Bupati Muaraenim, Ir H Muzakir Sai Sohar mengatakan bahwa kopi merupakan salah satu komiditi unggulan yang mempunyai peranan cukup penting dalam pembangunan perekonomian di Kabupaten Muaraenim karena disamping sumber penghasilan masyarakat, diharapkan menjadi salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Daerah penghasil utama komoditi kopi yaitu Kecamatan SDL dengan luas lahan 10.303.5 hektar dengan produksi 11.076 ton, SDT dengan luas lahan 2.545 hektar dengan produksi 2.720 ton, SDU dengan luas lahan 2.591 hektar dengan produksi 2.786 ton, serta Kecamatan Tanjung Agung dengan luas lahan 7.286 hektar dengan produksi 7.791 ton.”

“Jenis kopi yang banyak dibudidayakan yakni kopi robusta, selain itu juga jenis kopi arabika. Hampir seluruh perkebunan kopi di kawasan agropolitan Semende ditanami jenis robusta. Hal ini karena tingkat ketinggian kawasan, jenis kopi robusta tumbuh lebih rendah dari pada kopi arabika,” jelasnya.

Pemerintah Kabupaten Muaraenim mengapresiasi setinggi-tingginya sehingga kopi robusta semende mendapatkan Sertifikat Indikasi Geografis (SIG) dengan demikian semende diakui secara nasional dan internasional dengan diterbitkan sertifikat SIG Kopi Robusta Semende. “Kita berharap dapat meningkatkan daya saing produk di pasar domestik dan global sehingga menambah pendapatan dan kesejahteraan petani kopi,” ujarnya.

“Kepada seluruh peserta pengurus MPIG “Apit Jurai” agar benar benar dapat mengikuti kegiatan ini sampai selesai sehingga MPIG ini tidak hanya nama tapi dapat berfungsi sebagai mana mestinya,” pungkasnya.

Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Muaraenim, Ir H Mat Kasrun mengatakan, setelah peserta mengikuti pembekalan pengurus dan anggota MPIG ini diharapkan peserta akan mengerti dan memahami agar MPIG Apit Jurai Kopi Robusta Semende dapat menyusun program kerja dengan baik dalam mendukung pembangunan dan pengembangan komoditi kopi di Kabupaten Muaraenim.

“Kami meminta para petani kopi untuk dapat terus mempertahankan dan meningkatkan mutu kopi Semende itu. Diharapkan juga dukungan semua pihak agar petani kopi di Semende dapat meningkatkan mutu kopi dan citra rasa kopi robusta ini tidak sampai berubah, dan untuk selanjutnya di tahun yang akan datang jangan sampai menurun cita rasa kopi robusta ini,” tutupnya. (EDW)