OKU TIMUR,HS –  Kerusakanjalan yang cukup parah menuju Kabupaten OKU Timur sejak beberapa tahun belakangan tampaknya lebaran ini bisa teratasi dan dapat dilalui pemudik bebas tanpa hambatan.

Pasalnya, tercatat dari 15 paket pengerjaan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Tata Ruang (PUBM-TR) Provinsi Sumatera Selatan sebagian titik difokuskan ke jalan menuju ke kampung halaman gubernur Sumsel Herman Deru.

Diantara 15 paket pengerjaan peningkatan jalan tersebut yakni diantaranya peningkatan jalan SP Kepuh-Kurungan Nyawa, peningkatan jalan Kurungan Nyawa-Gumawang, peningkatan Kurungan Nyawa-Gumawang (DAK), peningkatan jalan Gumawang-Petanggan, pemeliharaan berkala BTS OKI-SP Kepuh, pemeliharaan berkala Kurungan Nyawa-Martapura, peningkatan jalan Batas Kabupaten OI-Lubuk Batang, peningkatan jalan Muara Dua-Kota Batu-Batas Provinsi Lampung.

Pantauan Selasa (28/5) tampak pihak Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Tata Ruang (PUBM-TR) Provinsi Sumsel yang dikomandoi langsung oleh Kepala Dinas PUBM-TR Provinsi Sumsel Darma Budhy turun langsung ke lapangan di sebagian wilayah Kabupaten OKU Timur untuk meninjau perbaikan jalan.

“Kami targetkan Idul Fitri 1440 H kondisi infrastruktur jalan mulus, khususnya di wilayah Kabupaten OKU Timur,” ungkap Kepala Dinas PUBM-TR Provinsi Sumsel Darma Budhy.

Untuk anggaran yang digelontorkan untuk perbaikan jalan 15 paket tersebut sebesar Rp 364 miliar atau seper tiga dari total anggaran 2019 yaitu lebih dari Rp 1 triliun.

Kemudian, perbaikan jalan lainnya yakni peningkatan dan pelebaran jalan Sekayu-Batas Muara Enim, peningkatan jalan Tanjung Raja-SP Tambang Rambang, peningkatan jalan SP Tambang Rambang-Batas OKU, peningkatan jalan SP Sugi Rawas-Batas Lahat, peningkatan jalan Muara Siban-SP Embacang, peningkatan jalan SP Periuk-Tugumulyo-Terawas, peningkatan jalan Terawas-Taba Tinggi-Maur.

“Jadi pemudik yang ingin melalui jalan-jalan tersebut bisa melintas dengan aman tidak terhambat lagi karena jalan yang rusak dan berlubang,” terangya.

“Secara total ada 60 paket pengerjaan jalan dan jembatan. Namun kita utamakan 15 paket terlebih dahulu, disusul 21 paket yang dalam tahap lelang. Sisanya akan dikerjakan setelah lebaran,” tambah Darma Budhy.

Untuk jalan yang menjadi tangungan Provinsi Sumsel yaitu 1.513 km. Menurut data tahun 2018 kondisi jalan yang menjadi tangung jawab Sumsel tersebut 54,64 persenya dalam kondisi baik, 19,57 dalam kondisi sedang, 16,93 dalam kondisi rusak ringan dan 8,85 persen dalam kondisi rusak berat.(Ist)