PALEMBANG,HS – Majelis ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Selatan minta dinas kesehatan Se-sumsel menunda vaksinasi Measles Rubbela, lantaran belum adanya kejelasan tentang halal atau haramnya vaksin tersebut.
“Ya, adanya keresahan masyarakat terhadap vaksinasi Rubbela, kami MUI sumsel, berdasarkan keputusan Ketua MUI Pusat untuk menunda vaksin MR sampai ada kejelasan halal atau haramnya,” ujar Ketua MUI Sumsel, Aflatun Muchtar dalam keterangan persnya di Kantor MUI Sumsel, Senin (6/8).
Pihaknya juga telah menggelar rapat pleno pada 4 Agustus untuk menyikapi kontroversi vaksi MR. Hasilnya, MUI Sumsel meminta Dinkes Sumsel dan Kabupaten/Kota untuk menunda pemberian vaksin sampai ada fatwa MUI halal atau haram vaksi MR tersebut.”MUI Sumsel minta agar Dinas Kesehatan provinsi Sumsel dan Kabupaten/Kota se Sumsel menunda vaksi MR sampai ada fatwa MUI,” ujarnya.

Secara resmi, pihaknya juga akan mengirimkan surat edaran penundaaan vaksin MR kepada Dinas Kesehatan Sumsel dan Kabupaten/Kota.

“Bagi Dinkes yang masih melakukan, itu hak atasannya (memberikan sanksi) tapi sebagai umat muslim diharapkan mematuhi ini, karena akan berdampak negatif,” pungkasnya

Ia mengatakan, Bagaimana yang telah terlanjur divaksin? Aflatun mengatakan, semoga masyarakat yang terlanjur divaksin diampuni Allah karena ketidaktahuan.

Mudah-mudahan diampuni, karena tidak tahu dan belum cek ricek,” harapnya

Lanjutnya, penundaan vaksin MR bisa dilakukan lantaran pemberian vaksin MR belum dianggap darurat