recep-tayyip-erdogan_650x400_81434304977

ANKARA – Murka Recep Tayyip Erdogan belum usai kembali pemerintah Turki memerintahkan penutupan atau pemberedelan lebih dari 130 media dalam tindakan keras menyusul kudeta yang gagal 15 Juli lalu. Selain itu, sebanyak 1.684 tentara militer juga dipecat.

Menurut data CNN Turk, pemberedelan ratusan media oleh Pemerintah Presiden Tayyip Erdogan itu meliputi, tiga kantor berita, 23 stasiun radio, 16 saluran televisi, 45 surat kabar, 15 majalah, dan 29 penerbit dan distributor.

Sebelumnya, Pemerintah Turki juga telah mengeluarkan surat perintah penahanan terhadap 47 wartawan media oposisi, Zaman.

”Penahanan hari ini mencakup eksekutif dan beberapa staf, termasuk kolumnis koran Zaman,” kata seorang pejabat Pemerintah Turki kepada wartawan yang berbicara dengan syarat anonim.

Laporan lain yang dilansir Al Jazeera Turk, Kamis (28/7/2016), yang mengutip sumber-sumber Pemerintah Turki, semua sekolah militer di negara itu direncanakan akan ditutup.

Keputusan yang akan dirilis itu bertujuan untuk mengusir semua kadet militer dari sekolah tinggi militer. Meski demikian, semua kadet militer itu masih bisa melanjutkan pendidikan di sekolah reguler.

Menurut angka terbaru yang diumumkan oleh Menteri Dalam Negeri Turki, Efkana Ala, lebih dari 15.000 orang telah ditahan sejak kudeta gagal. Sebanyak 8.113 orang telah resmi ditahan dan sisanya sedang menunggu sidang.(*)