Pencegahan DBD dengan penyemprotan

PALEMBANG-HS- Musim hujan adalah salah satu faktor penyebab mewabahnya Demam Berdarah Dengue (DBD) di Indonesia. Musim hujan di Indonesia biasanya berlangsung cukup lama.

Selama musim hujan umumnya kasus demam berdarah meningkat karena banyaknya genangan air. Genangan air hujan atau bahkan sisa arus banjir adalah sarana paling ideal bagi nyamuk Aedes untuk bertelur. Nyamuk akan lebih mudah dan cepat berkembang biak di lingkungan yang lembap. 

DBD bisa menyerang siapa saja, baik yang tua atau muda. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan sekitar setengah dari populasi manusia di dunia berisiko terkena penyakit ini.

Indonesia sendiri pun termasuk negara rawan DBD dengan catatan kasus yang cukup tinggi.

DBD adalah penyakit akibat gigitan nyamuk Aedes aegepti dan Aedes albopictus betina yang membawa virus dengue. Gejala DBD biasanya mulai muncul sekitar empat hingga 15 hari setelah gigitan nyamuk.

Nyamuk yang sekali terkena virus dengue akan selamanya membawa virus tersebut. Seekor nyamuk DBD dapat terus menginfeksi orang lain selama ia masih hidup.

Pencegahan sebaiknya dimulai dari diri sendiri dan lingkungan tempat tinggal sekitar. Merangkum dari berbagai sumber, terdapat 11 langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi paparan terhadap nyamuk Aedes aegypti dan terkena demam berdarah, antara lain:

1. Oleskan lotion antinyamuk pada bagian tubuh atau kulit untuk mencegah gigitan nyamuk. Jam rawan nyamuk menyerang berkisar pukul 16.00-19.00. Tapi jangan oleskan di permukaan yang luka atau lecet, dekat mata dan mulut. Setelah itu jangan lupa untuk mencuci tangan

2. Kenakan celana panjang dan baju lengan panjang untuk menutupi kulit Anda.

3. Pasang kelambu atau kasa nyamuk di tempat tidur, terutama untuk bayi.

4. Hindari menggantung terlalu banyak pakaian bekas pakai karena nyamuk menyukai aroma keringat manusia.

5. Semprotkan obat pembunuh serangga di sudut-sudut gelap dalam rumah seperti di kolong tempat tidur, sofa, maupun di balik tirai.

6. Tutup semua wadah dan hindari genangan air seperti ember buangan AC, penadah hujan. Untuk bak mandi, kuras setidaknya seminggu sekali untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk di dalam rumah.

7. Gemburkan tanah pada pot untuk mencegah tergenangnya air.

8. Kubur barang-barang yang dapat menampung air seperti plastik, ban bekas, drum, batok kelapa, pot, kaleng atau botol bekas yang sudah tak terpakai.

9. Pangkas pohon yang terlalu rimbun, buang semua daun yang berguguran dan sampah yang menumpuk, serta bersihkan kotoran yang menyumbat di talang atap.

10. Tabur insektisida pembunuh serangga di selokan dan talang atap.

11. Segera bersihkan rumah setelah banjir surut agar menghindari lembap, tumbuhnya jamur, dan bersarangnya nyamuk.

Jika omengalami DBD akan mengalami penurunan trombosit. Penurunan trombosit bisa memiliki komplikasi yang fatal dan ini tergantung pada sejauh mana trombosit turun.  Jika jumlah trombosit pasien lebih rendah dari 10.000, perdarahan internal (organ dalam) bisa dengan mudah terjadi.

Komplikasi utama yang jarang namun mematikan. Kasus yang parah dapat menyebabkan  perdarahan internal di organ seperti usus atau otak .

Jika memiliki jumlah trombosit yang sangat rendah, kemungkinan kamu memerlukan peruntuk menghindari komplikasi.

Jika terjadi penutunan trombosit ringan, disarankan untuk meningkatkan jumlah trombosit melalui beberapa jenis makanan

Melansir dari Healthline, berikut ini jenis makanan yang bisa meningkatkan jumlah trombosit, yakni: 

  • Gandum Utuh. Gandum dipercaya mampu dapat menaikkan jumlah trombosit. Gandum kaya nutrisi, serat, mineral, dan vitamin yang baik untuk meningkatkan jumlah trombosit dalam tubuh.
  • Sayuran Hijau. Beberapa jenis sayuran hijau seperti kubis, selada, bayam, kangkung, dan brokoli adalah sumber vitamin K yang tinggi. Vitamin K memiliki peran penting dalam proses pembekuan darah, sehingga mampu meningkatkan jumlah dan kekuatan platelet darah. Selain itu, sayuran hijau berperan dalam memisahkan sel trombosit yang saling menempel.
  • Kurma. Makanan ini biasanya disarankan untuk makanan berbuka puasa, tetapi untuk mereka yang alami penurunan kadar trombosit, kurma juga pilihan yang tepat. Kurma mengandung banyak mineral, vitamin, dan fitonutrien yang bermanfaat bagi kesehatan. Selain itu, adanya kandungan vitamin K pada kurma membuat buah ini dipercaya mampu meningkatkan jumlah trombosit dalam tubuh.
  • Jambu Biji. Jambu biji mempunyai zat aktif di dalamnya yang disebut trombino. Zat ini mampu merangsang trombopoietin lebih aktif, sehingga dapat menghasilkan keping darah yang lebih banyak.
  • Buah Delima. Buah delima mengandung zat besi tinggi yang mampu meningkatkan kadar trombosit dalam darah dan sel darah merah. Tidak hanya itu, buah delima juga kaya akan mineral dan vitamin.
  • Buah Kiwi. Buah kiwi mengandung cukup banyak kandungan vitamin K. Vitamin ini berperan penting dalam proses pembekuan darah bersama dengan trombosit. Dengan adanya vitamin K dalam tubuh, maka dapat merangsang tubuh untuk memproduksi lebih banyak trombosit.
  • Buah Jeruk. Salah satu penyebab turunnya trombosit dalam darah adalah kurangnya asupan folat atau vitamin B9. Nah, dengan mengkonsumsi buah jeruk, maka hal ini membantu meningkatkan jumlah folat dalam tubuh.