Muara Enim,HS-Mupakat dan musyawarah digelar antara PT Sriwijaya Bara Priharum (SBP) dengan Masyarakat desa penyandingan negosiasi ganti rugi lahan dibalai desa penyandingan jumat(27/07) yang diwakili Tim 19, tokoh masyarakat desa penyandingan, tokoh agama, dan tokoh adat lainnya bahkan dari aparat Kepolisian dan TNI ikut serta untuk mengamankan jalannya negosiasi.

Masyarakat desa penyandingan dan pihak PT. SBP telah sepakat untuk menyelesaikan masalah dalam hal ganti rugi tanah dan kepemilikan tanah seluas + 20 Ha sisa dari tanah ulayat desa yang semula 41,54 Ha secara musyawarah dan mufakat.

Kesepakatan masyarakat desa penyandingan dengan PT. SBP dalam menyelesaikan masalah tersebut akan dibentuk Tim Negosiasi.

Kusnain Edy selaku ketua Tim 19 mengatakan, “pihak masyarakat desa penyandingan meminta ganti rugi tanah sebesar 40 ribu/meter”. Edy menambahkan,

“walaupun dari pihak PT. SBP belum menyelesaikan masalah PT. SBP akan memberikan dana ganti rugi tanah yang telah ditanda tangani pihak PT. SBP dan perwakilan desa penyandingan” tandasnya.

Samijo pemilik PT. SBP menanggapi “kami akan memberikan uang ganti rugi tanah, apabila masyarakat telah menunjukan surat tanah yang benar dan legal sebagai kepemilikan tanah”, samijo menambahkan “kami akan membentuk tim untuk melakukan negosiasi lebih lanjut mengenai masalah ganti rugi tanah tersebut, saya telah menunjuk pak Iskandar Mailiki dan Syafwardi Makmur mewakili PT. SBP” ujarnya.

Hasil dari keputusan musyawarah antara PT. SBP dengan masyarakat desa penyandingan mengenai ganti rugi tanah masyarakat desa penyandingan yang tanda tangani pihak PT. SBP, masyarakat desa penyandingan dan kepala desa penyandingan, menyatakan walaupun dari pihak PT. SBP belum menyelesaikan ganti rugi pihak masyarakat tidak akan menghalangi aktifitas yang dilaksanakan PT. SBP di lapangan.

Edy pun mengatakan “kami dari pihak masyarakat akan membantu untuk membuka jalan dan pagar yang telah dipasang oleh masyarakat desa penyandingan” pungkasnya.

Agana Tuasikal selaku ketua AWP2J (Aliansi Wartawan Pemantau Polisi & Jaksa) menambahkan “kami akan terus memantau jalannya musyarawah negosiasi ganti rugi tanah milik desa penyandingan seluas + 20 Ha antara masyarakat dengan PT. SBP hingga menemukan titik terang”.(Edward)