PALEMBANG, HS – Dua orang pelaku penjambretan,  Haryanto,19, dan Antoni,30, nyaris tewas, setelah warga menghakiminya lantaran aksi jambret tersebut dipergoki, Selasa (28/2) petang.

Aksi nekat kedua tersangka berlangsung di kawasan Jalan Robani Kadir, Kelurahan Talang Putri, Kecamatan Plaju.

Dimana aksi keduanya menyasar pasangan suami istri (pasutri) Latif,45, dan Eni,40, warga Desa Durian Gadis, Kecamatan Rambutan, Kabupaten Banyuasin, yang saat itu tengah melintas dengan sepeda motor Mio J warna hitam putih dengan BG 6084 JAJ.

Ketika melewati Tempat Tejadian Perkara (TKP), kedua tersangka yang juga mengendarai sepeda motor Mio 125 CC BG 5869 AAP langsung memepet kendaraan korban. Tanpa diduga, kedua tersangka menarik tas yang berada dipangkuan Eni.

Korban yang menyadari hal itu, secepat kilat langsung mempertahankan tasnya hingga terjadilah tarik menarik.

“Jelas saja motor yang kami gunakan oleng. Kami pun terjatuh, nah mereka juga terjatuh. Saya langsung menjerit, sehingga warga yang berada disekitar langsung menangkapnya,” kata Eni.

Tidak hanya itu, lanjut Eni, tersangka juga sempat menjadi bulan-bulanan warga hingga tak sadarkan diri.

“Dipukuli oleh warga juga, karena mereka sempat akan kabur walaupun sudah dikepung,” tuturnya.

Eni mengungkapkan, didalam tasnya yang hendak daijambret tersangka berisikan satu unit ponsel dan uang tunai sekitar Rp 500 ribu.

“Saya dan suami mengalami luka-luka, di tangan dan kaki karena jatuh dari motor,” ucapnya.

Sementara, tersangka Haryanto mengatakan, jika awalnya mereka tidak ada niat untuk melakukan jambret. Hanya saja, usai membeli nasi untuk makan, dia dan rekannya Antoni melihat tas korban yang hanya dipegang.

“Saya yang bawa motor, Antoni bagian yang menarik tas korban. Kami tidak ada niat, hanya khilaf saja. Waktu itu, kami melihat tas korban hanya dipegangnya,” kata Haryanto.

Tersanga yang tercatat sebagai warga Desa Sungai Rebo, Kelurahan Mariana, Kecamatan Banyuasin I, Kabupaten Banyuasin ini menambahkan, jika aksi mereka berhasil maka hasinya akan dibagi dua.

“Mau dijual pak, uangnya untuk jajan saja. Saya bekerja di kilang minyak, namun sekarang masih belum ada borongan. Saya menyesal pak,” katanya seraya menahan sakit.

Kanit Reskrim Polsek Plaju, Ipda Juprius mengatakan, usai menerima laporan dari warga yang mengatakan adanya dua pelaku jambret, pihaknya langsung mendatang TKP.

“Kita selamatkan mereka berdua, dari amukan warga. Sampai saat ini, mereka belum sadarkan diri, dan belum bisa dimintai keterangan. Akan kita lakukan pengembangan,” singkatnya. (Rey)