PALEMBANG – Maruya (42) bersama cucu perempuannya Aurel (4) harus mengalami luka bakar di sekujur tubuh usai disiram dengan air keras oleh BD,28, yang merupakan menantu korban Maruya sekaligus ayah kandung dari Aurel.

Atas kejadian itu, kedua korban harus diberikan perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Palembang BARI.

Ketika ditemui, korban Maruya mengaku kejadian itu berlangsung dikediamannya di Jalan TPA II, Kelurahan Keramasan, Kecamatan Kertapati, Palembang, pada Sabtu (18/2) malam.

Saat itu, korban Maruya sedang memberi cucunya, Aurel makan malam, tiba-tiba didatangi pelaku yang ketika itu membawa bungkusan plastik hitam.

Tanpa basa-basi, pelaku langsung melemparkan bungkusan yang berisikan air keras itu ke arah korban.

“Tiba-tiba dia datang dengan membawa kantong plastik, saya mengira hanya mau menengok anaknya.Tetapi, ketika sudah dekat dia langsung menyiramkan cairan ke arah saya, hingga mengenai anaknya,” kata korban, Minggu (19/2).

Tak hanya itu, usai ia dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan, pelaku juga meminta suaminya korban untuk mengosongkan rumahnya.

“Dia minta suami saya keluar rumah, katanya mau bakar rumah. Dan, ternyata memang benar rumah kami dibakar oleh dia. Kami tidak tau lagi mau tinggal dimana, hanya sisa baju di badan saya,” tambahnya.

Belakangan diketahui, kemarahan pelaku diduga dipicu lantaran korban sempat melerai pertengkaran rumah tangga pelaku BD dengan istrinya Meri, yang merupakan anak korban, sepekan sebelum aksi penyiraman air keras ini dilakukan.

“Kemarin itu, mereka berdua ribut lagi, jadi saya lerai. Saya bilang, dari pada ribut terus, mending salah satu menjauh. Nah, mungkin dia mengira saya yang membuat mereka ribut, padahal saya berbuat apa-apa,” katanya.

Kapolsek Kertapati, AKP Deli Haris saat ditemui di RSUD Palembang Bari membenarkan adanya kejadian itu. Menurutnya, saat ini pihaknya masih mendalami kasus tersebut.

“Korban sudah kita mintai keterangan dan diarahkan untuk membuat laporan tertulis di Mapolsek. Akan kita dalami kejadian itu,” singkatnya. (Rey).