Polisi saat melakukan olah TKP. Insert: Jasad korban Sopyan yang ditemukan di semen di dalam rumah kontrakkan.

Polisi saat melakukan olah TKP. Insert: Jasad korban Sopyan yang ditemukan di semen di dalam rumah kontrakkan.

JAKARTA, HS – Kepolisian Daerah Metro Jaya, bersama Polres Metro Jakarta Timur dan Polsek Cipayung berhasil mengungkap kasus pembunuhan terhadap sopir angkot bernama Sopyan Lubis (43).

Senin (31/10), dilakukan penggalian terhadap jasad korban yang dimutilasi dan dikubur dengan cara disemen di sebuah rumah kontrakan di Kampung Kramat, RT 05, RW 04, Kelurahan Setu, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur.

Pembunuhan keji yang dilakukan oleh tersangka bernama Riko Lesmanan (41) ini bermula dari peristiwa pada Senin (24/10) sekira pukul 08.00 WIB di Jalan Raya Jati Makmur, RT 06, RW 11, No. 2, Kecamatan Pondok Gede, Bekasi, korban dengan tersangka saat itu cekcok mulut terkait pembayaran ongkos angkot.

Karena emosi, pelaku melakukan pemukulan terhadap korban dengan menggunakan tangan kosong dan dilanjutkan dengan pemukulan menggunakan potongan besi yang mengakibatkan korban tidak sadarkan diri. Dan diduga usai dipukul korban saat itu sudah meninggal dunia.

Usai menghabisi korban, selanjutnya pelaku membawa korban dengan menggunakan taksi online (Grab) menuju kediaman pelaku di Kampung Kramat, RT 05, RW 04, Kelurahan Setu, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur. Selanjutnya pelaku dibantu oleh tersangka RH mengubur mayat korban di dalam rumahnya dengan menggunakan semen.

Kapolsek Pondok Gede, Kompol Budiono, membenarkan peristiwa ini. Dikatakannya, saat ini kasus tersebut ditangani oleh Subdit Jatanras Polda Metro Jaya. Sebab, dalam kasus tersebut terjadi di dua tempat berbeda.

“Kan dibunuhnya di Pondok Gede terus dikuburinnya di Cipayung,” kata Budiono.

Kompol Budidono mengatakan, kasus itu terungkap setelah kakak Sopyan melaporkan kasus tersebut ke Polsek Cipayung. Ia curiga adiknya telah dibunuh oleh RL dan RH.

“Ada bau-bau aneh di kontrakan. Dia juga dapat informasi dari istri pelaku, bahwa suaminya telah membunuh korban. Nah, abangnya langsung lapor ke Polsek Cipayung,” ujar Budiono.

Selanjutnya, pada pukul 11.00 WIB dimulai  pembongkaran makam korban yang dikubur dengan menggunakan semen, tepatnya di dapur depan kamar mandi di rumah kontrakan pelaku yang berada di kontakan milik ibu Sani di Jalan Bantar Jati, Kampung Kramat, RT 05, RW 04, Kelurahan Setu, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur.

Selanjutnya sekira pukul 11.40 WIB  jenazah korban dapat ditemukan dan langsung diangkat,  dan diindentifiksi oleh DVI Dokes Polda Metro Jaya. Kemudian jenazah korban dibawa ke RS Sukanto, Kramat Jati guna dilakukan otopsi.

Penggalian jasad korban tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Cipayung, Kompol Dedi Wahyudi SSos SIK MIK MH, beserta 15 anggota Polsek Cipayung dan dihadiri Kapolsek Pondok Gede Bekasi, Kasat Reskrim Polres Bekasi, dan angota gabungan Polsek Pondok Gede kurang lebih 12 personil serta anggota Polda Metro Jaya kurang lebih 10 personel. ‎(HS)