Tersangka RN menjalani pemeriksaan di Polres Kotim, Kalimantan Tengah.

Tersangka RN menjalani pemeriksaan di Polres Kotim, Kalimantan Tengah.

KOTIM, HS – Tersangka RN (25) diamankan aparat Polres Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kalteng) pada Selasa (20/9) karena telah melakukan penusukan terhadap sahabatnya sendiri, Toni (26) yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

Kapolres Kotim, AKBP Hendra Wirawan SH SIK melalui Kasat Reskrim, Iptu Reza Fahmi SIK mengatakan, pelaku berhasil ditangkap beberapa jam setelah kejadian. Adapun lokasi kejadian terletak di barak sewa korban, Jalan Iskandar, Gang Rambai 3, Kelurahan MB Hulu, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Kotim.

“Saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka. Masih diinterogasi oleh penyidik untuk pengembangan,” ujarnya.

Menurut polisi, peristiwa bermula ketika RN mengirim pesan singkat (SMS) kepada korban menanyakan apakah korban tidur sendirian, dan korban menjawab iya. Karena  tersangka mau ikut tidur di barak sewa korban. Korban pun menjemput tersangka di depan mulut gang.

Setibanya di barak, keduanya sama-sama menonton televisi sambil bercerita. Namun cerita korban sedikit ngelantur dan matanya terlihat merah. Kepada tersangka, korban mengaku baru saja minum 10 butir zenith.

Setelah itu, keduanya tidak melanjutkan perbincangan. Korban tidur, sedangkan tersangka masih nonton televisi sendirian. Pada pukul 01.15 WIB, tersangka membangunkan korban dengan maksud agar sama-sama menonton pertandingan bola.

Korban yang terbangun, langsung ke dapur mengambil tali rafia dan kemudian menghampiri tersangka dan langsung menjerat leher tersangka. ‪Tersangka melawan dan mengambil botol limun yang kemudian dipukulkan ke bagian kepada korban.

Korban akhirnya terjatuh. Selanjutnya, korban mengambil pisau yang ada di lantai lalu menusukkan ke arah tersangka. Akibatnya, telapak tangan tersangka terluka. Ketika hendak ditusukkan lagi untuk kedua kalinya, tersangka berhasil menangkap lalu mendorong tangan korban yang memegang pisau ke arah tubuh korban.

Korban kemudian lari sambil berteriak meminta tolong. ‪Korban selanjutnya dibawa ke RS Dr Murjani untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun sayang nyawanya sudah tidak tertolong lagi. (HS)