PALEMBANG,HS – PT Hutama Karya selaku kontraktor jalan tol Palembang – Indralaya (Palindra) yang sepanjang 22 kilometer memastikan, November 2018 penyelesaiannya akan rampung semua.
Hal ini dikatakan, Manager Proyek Hutama Karya Divisi Tol Palindra, Hasan Turcahyo Senin (15/10/2018).
Menurutnya, pihaknya saat ini tengah fokus mengerjakan pintu keluar tol (tol gate) KTM Rambutan sepanjang 1 kilometer dari main road tol Palindra.
“Secara keseluruhan tol ini sudah selesai, hanya tinggal pengerjaan pintu keluar tol KTM Rambutan saja,” katanya
Ia juga menyebutkan, secara keseluruhan progres pengerjaan tol sudah mencapai 97,44 persen sementara rencananya tol sudah mencapai progres 99,842 persen. Hal itu dikarenakan saat pengerjaan tol sempat terkendala pembebasan lahan.
Namun ia meyakini dalam waktu dua bulan dapat mengejar ketertinggalan dan menyelesaikan tol tersebut.
“Kami hanya sedang mengejar penyelesaian gerbang tol pintu KTM Rambutan dan kantor gerbangnya. Untuk main road dan pintu keluar tol Pemulutan 100 persen sudah selesai,” jelasnya.
Diakuinya, untuk jalan di pintu keluar tol sudah diaspal dan dilengkapi marka jalan, dan fasilitas lain seperti lampu penerangan dan sebagainya.
“November selesai pastinya. Dan akhir November sudah bisa dilalui pengendara. Kita juga akan segera menerapkan tarif baru khusus untuk pintu keluar tol KTM Rambutan. Hal itu karena semua akses di jalan tol sudah dipasang tarif terlebih dulu sebelumnya,” ujarnya
Untuk peresmian tol Palindra sendiri, kata Hasan, masih menunggu kebijakan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Namun secara pribadi, pihaknya sudah siap bila akan ada peresmian di tol tersebut.
“Kami juga meyakinkan Insya Allah tol kita akan mampu dilewati dengan aman. Masyarakat tidak perlu kuatir dengan kekuatan jalan tol kita. Khususnya di pintu keluar tol, Insya Allah tidak akan terjadi hal yang sama dengan pintu keluar tol Pemulutan beberapa waktu lalu. Karena kita sudah menerapkan sistem baru pada pengerjaan jalan,” jelasnya.
Diketahui pada pintu keluar tol KTM Rambutan telah mengadopsi sistem pengerjaan vertical drain. Dimana digunakan untuk sistem vacum sebab di area pengerjaan tersebut berada dibawah tegangan listrik milik PLN.
“Saat pengerjaan kita bekerjasama dengan PLN. Kita gunakan sistem vertical drain. Sehingga Insya Allah tidak akan terjadi pergeseran ruas jalan seperti pada kasus di pintu keluar tol Pemulutan,” tutupnya