PALEMBANG,HS – Puluhan massa dari berbagai organisasi masyarakat di Kota Palembang menolak kedatangan aktivis Ratna Sarumpaet dan Pengamat Politik Roky Gerung. Massa melakukan aksi penolakan di jalan keluar Bandara SMB II persisnya di depan Hotel Santika Premier, Sabtu siang (1/9/2018).

Satu persatu kendaraan roda empat yang melintas diminta untuk membuka jendela kaca untuk memastikan tidak ada Ratna dan Roky.

Koordinator Aksi, Nursyamsu MAH Iding mengatakan, aksi penolakan dilakukan oleh sejumlah organisasi kepemudaan, diantaranya Pancasila, PMII, Banser dan juga diikuti mahasiswa dan masyarakat Kota Palembang.

Dia mengatakan, alasan penolakan Ratna dan Roky ke Palembang lantaran saat ini Palembang tengah menjadi tuan rumah Asian Games. Pihaknya tak ingin kedatangan Ratna yang dinilainya kerap provokatif memicu terjadinya gesekan antar masyarakat Palembang.

“Kita masyarakat kota Palembang tolak ratna dan Roky. Alasannya Palembang lagi Asian Games, kita tahu Ratna selalu provokasi kita tak ingin masyarakat dijejali provokasi. Untuk itu kita sepakati menolak kedatangan Ratna dan Roky apalagi ada kegiatan kalau dia selaku warga negara silahkan saja, tapi jangan provokasi,” katanya.

Dia mengatakan, aksi penolakan yang dilakukan massa bukanlah suatu persekusi. Dia mengklaim, aksi penolakan yang dilakukan secara santun dan damai.

Meski adanya penolakan, namun Ratna dan Roky tetap hadir di Palembang. Keduanya tiba di Bandara SMB II sekitar pukul 13.00.WIB.

Keduanya juga sempat melintasi massa yang tengah berunjuk rasa melakukan penolakan.

“Jangan disentuh mobilnya, biarkan lewat,” teriak massa.

“Mereka sudah datang, biarkan. Acaranya juga sudah dibatalkan. Mungkin ke Palembang hanya mau makan pempek, silahkan saja. Jika acara tetap berlangsung biarkan itu kewenangan aparat kepolisian,” tukas Nursyamsu.

Pantauan di lapangan, usai kendaraan yang ditumpangi Ratna dan Roky melintas, massa membubarkan diri perlahan-lahan. Puluhan aparat kepolisian tampak berjaga- jaga di lokasi unjukrasa penolakan Ratna dan Roky.