Fir Azwar Kepala SMA Negeri 10 Palembang membidik sasaran di tembak reaksi

Fir Azwar Kepala SMA Negeri 10 Palembang membidik sasaran di tembak reaksi

PALEMBANG, HS – Ratusan peserta didik Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 10 Palembang mendapat pengetahuan baru tentang olahraga Airsoftgun dari klub Palembang Speed Shooter penggiat AA IPSC Sumatera Selatan, Senin (3/10).

Suasana halaman SMA Negeri 10 Palembang seketika cukup menegangkan. Delapan meja dan kursi sengaja tersusun rapi persis di tengah-tengah lapangan yang berukuran dua kali lapangan basket. Kali ini, tak hanya belasan pelajar yang harap-harap cemas saat mempraktikan tembak reaksi menggunakan Airshofgun.

Aba-aba belum dimulai. Petembak telah siap dengan pistol di tangan penuh berisi peluru tertancap di holsters (semacam ikat pinggang). Lengkap dengan kaca mata hitam untuk menghalau silau dan penutup telinga agar tak pekak karena suara letusan tembakan. Di belakangnya seorang timer atau pencatat waktu.

Dor…,dor…dor. Bunyi letusan pistol pun terus bergulir dari sasaran satu ke sasaran berikutnya. Si petembak sambil berlari menuju sasaran lain dengan sangat cekatan mengganti magazin peluru langsung ditembakkan ke target.

Memang suasananya seperti sedang ada penyerbuan sungguhan. Seru dan menegangkan. Dalam tembak reaksi biasanya menggunakan simulasi atau stage seperti pada situasi sesungguhnya.

“Empat kali tembak, hanya satu yang kena. Itu pun saya ubah gaya. Ha..ha…hah,” Fir Azwar, Kepala SMA Negeri 10 berkisah pengalaman barunya di tembak reaksi.

Peserta didik SMA Negeri 10 Palembang menyaksikan praktik tembak reaksi

Peserta didik SMA Negeri 10 Palembang menyaksikan praktik tembak reaksi

Tak jauh dari lokasi praktik tembak reaksi, para pelajar baik perempuan dan laki-laki duduk mengelilingi lapangan menyaksikan kehebatan rekan-rekannya. Sebagian ada yang memberanikan diri untuk mencoba kegiatan tembak reaksi.

Alhasil, satu per satu dipersilakan untuk membidik sasaran dengan menggunakan senjata. Bila ada gerakan yang salah, anggota Klub Palembang Speed Shooter pun dengan sigap mengarahkan. Selain itu, mereka juga mensosialisasikan latihan tembak reaksi pada kalangan peserta didik.

“Untuk dapat lihai menembak tepat sasaran sambil beraksi dibutuhkan kecepatan, ketepatan, dan kekuatan,” cetus Wachdy Kurnia dari Palembang Klub Shoot Speed Shooter.

Wachdy yang juga wakil Kepala Bidang Humas Perbakin Kota Palembang ini menyampaikan, tembak reaksi di Indonesia terus berkembang meski tak pesat. Dari awal hingga sekarang tembak reaksi ini tetap olah raga sipil. Senjata yang dipakai tembak reaksi ada dua jenis yaitu pistol dan revolver. Bedanya, pistol ada yang semiotomatis dan otomatis menggunakan magazin peluru. Sedangkan revolver tidak otomatis menggunakan silinder untuk peluru berisi 5, 6 atau 8 peluru (seperti punya cowboy).

Apa itu Airgun? Jawab Wachdy, senjata itu adalah replika senjata api yang dirancang sedemikian rupa sehingga menyerupai aslinya kecuali mekanisme. Powernya pun berasal dari gas Co. Bullets umumnya memakai mimis atau bola besi yang berukuran 4,5 dan 6 mm yang disebut gotri.

“Sedang Airsoftgun adalah kebalikan dari Airgun, di mana powernya dari green gas. Untuk olahraga action Air IPSC digunakan yaitu Airshoftgun. Sebetulnya sosialisasi tembak reaksi di SMA Negeri 10 Palembang ini untuk mengenalkan kepada generasi muda tentang tembak reaksi itu,” Wachdy mengatakan sambil mengucapkan terimakasih kepada SMA Negeri 10 Palembang. (ERS)