PALEMBANG,HS- Pwi pusat melalui ketua bidang advokasi/pembelaan wartawan Ocktap Riady mengutuk keras aksi pemukulan terhadap wartawan Banyuasin yang diduga dianiaya oleh perusahan penambang pasir Liar dan meminta polisi menangkap segera para pelakunya.

“jelas jelas wartawan hendak dibunuh. Itu penganiayaan berat. Kami neminta polres Banyuasin segera menangkap pelakunya,” ujar Ocktap.

Wartawan menurut Ocktap dalam melaksanakan tugasnya dilindungi hukum yakni UU no 40 Tahun 1999.

Selain meminta polisi segera mengungkap kasus itu dia juga meminta Bupati Banyusin menyetop aktifitas perusahaan itu dihentikan dan ijinnya dicabut, tegasnya

Sebelumnya kejadian berawal dari pemukulan terhadap wartawan Media Online adaberitanet.com Ir sedang melakukan peliputan penambangan pasir di Desa Lebung dan Rantau Harapan Kecamatan Rantau Bayur Kab. Banyuasin. Guna melakukan investigasi terkait adanya keluhan masyarakat hampir dua tahun adanya penambangan pasir di desa namun tidak jelas kontribusinya seperti apa kemasyarakat.

“Menindaklanjuti keluhan masyarakat Desa Lebung terkait adanya aktifitas penambangan pasir hampir dua tahun ini berlangsung tidak jelas kemana kontribusinya ke desa, namun setibanya di dusun gemanpo Desa Rantau harapan saat sedang mengambil gambar dari atas perahu datang Speedboat dengan kecepatan tinggi menabrak perahu yang saya naiki,” kata Ir ketika dibincangi awak media, Minggu (8/3/2020).