PALEMBANG,HS – Mulai Oktober 2018 nanti seluruh ASN Pemerintah Provinsi Sumsel diwajibkan untuk memakai seragam kuning – kuning. Kebijakan tersebut tertuang dari menindaklanjuti hasil rapat dengan Penjabat Gubernur Sumsel pada 25 September 2018.
“Seragam kuning kaki itu menunjukan identitas dari pemerintahan daerah. Jadi yang penting dalam seminggu itu ada satu hari pakai seragam kuning kaki,” kata Pj Gubernur Sumsel, Hadi Prabowo saat diwawancari di Kantor Gubernur Sumsel, Jumat (28/9/2018).
Ia mengatakan, bahwa kebijakan tersebut diambil bukan untuk memperbaharui tetapi lebih mengembalikan pada posisi yang lebih pas. Mengingat seragam kuning kaki itu menunjukan identitas dari pemerintahan daerah.
“Hari Senin pakai seragam kuning kaki, Selasa-Rabu pakai putih biru/dongker/hitam, Kamis dan Jumat batik atau jumputan. Tapi saya menyarankan untuk pakai Jumputan, dari pada pakai batik dari daerah lain,” katanya
Menurutnya, pakai jumputan ini bagus. Selain itu bisa mengangkat potensi unggulan UKM yang ada di Sumsel. Mengingat jumputan ini kan khas Palembang, jadi daripada pakai batik dari daerah lain lebih baik memakai jumputan khas Palembang.
“Untuk prihal seragam ini sudah diinstruksikan ke Sekda, beliau sudah mengatur semuanya dan menginformasikan ke ASN yang ada di lingkungan Pemprov Sumsel. Harapanya tidak hanya ASN tapi semua pakai seragam kuning kaki, termasuk honorer,” katanya.
Sementara itu, kebijakan baru tersebut di keluhkan sebagian ASN. Pasalnya, kebijakan tersebut dikeluarkan mendadak sehingga pegawai belum membuat seragam kuning kaki dan jumputan.
“Saya belum punya seragam kuning kaki. Kalau menurut saya yang sering kerja di lapangan, lebih nyaman bekerja dengan baju putih di banding baju seragam kuning kaki,” kata agus ASN di lingkungan Pemprov Sumsel.
Menurutnya, berdasarkan hasil rapat yang didengar dari pimpinannya, memang sudah ada intruksi untuk mengenakan seragam kuning kaki. Tapi, belum ada petunjuk teknis resmi yang dilampirkan melalui surat edaran ke seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Termasuk tempatnya bekerja.
“Kalau sudah ada surat edarannya tentunya akan mengikuti sesuai aturan yang ada. Namun kalau hari Senin nanti karena upacara jadi pakai baju kopri belum pakai baju seragam kuning kaki,” tutupnya