Ilustrasi.

Ilustrasi.

OKI, HS – Dinas  Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Sumatera Selatan (Sumsel), pesimis jika Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi terminal Kayuagung dapat terealisasi sesuai target. Hal ini karena aktivitas penarikan retribusi angkutan barang dan penumpang di terminal Kayuagung dihentikan sejak beberapa hari terakhir.

Sebelum aktivitas terminal ditutup, PAD dari retribusi angkutan jalan dan penumpang baru terealisasi Rp1.758.917.000 atau 59,14 persen dari target Rp2.974.041.000 sampai akhir 2016.

”Sangat sulit untuk merealisasikan terget  PAD dari sektor terminal, apalagi sudah satu minggu terakhir ini terminal ditutup, untuk menghindari pungutan liar,” kata Kadishubkominfo Kabupaten OKI, Tohiryanto SSos, Jum’at (28/10).

Menurut Tohir, dihentikannya aktifitas terminal tersebut, Karena aktivitas penarikan retribusi angkutan selama ini hanya bisa dilakukan di tengah Jalan Lintas Timur, padahal seharusnya penarikan retribusi harusnya dilakukan di dalam terminal, sementara jalan di dalam terminal tidak memadai untuk dilintasi angkutan barang.

“Jika kita tetap memaksakan menarik retribusi di depan Terminal (Jalan Lintas Timur), maka itu bisa dikatagorikan pungli, sehingga kita tutup sementara sambil minta petunjuk kemenhub RI,” ungkapnya.

Dijelaskan tohir, Hingga akhir september sudah terealisasi kurang lebih 2,5 Milyar, dari terget Rp5.208.041.000.” Walaupun sulit untuk mencapai target hingga 100 persen hingga akhir tahun nanti, namun Dishubkominfo OKI optimis realisasinya bisa mendekati angka tersebut,” ujarnya.

Ada 6 item PAD yang dikelola Dishubkominfo OKI. Penyebab masih minimnya realisasi PAD ini karena ada 1 item yakni retribusi menara telekomunikasi yang sejak 2 tahun terakhir tidak bisa lagi dipungut, karena terbentur regulasi aturan yang dikeluarkan pemerintah pusat.

“Tahun ini,  target PAD menara telekomunikasi sebesar Rp950.400.000. Namun karena tidak bisa lagi dipungut retribusinya, maka realisasinya nol,” tambahnya.

Beberapa jenis PAD lainnya  yang dikelola Dishubkominfo Kabupaten OKI yakni uji kendaraan bermotor (KIR), dimana dari target Rp370.000.000, hingga Agustus telah terealisasi Rp244.179.600 atau 65,99 persen.  Kemudian PAD Parkir dari target Rp153.600.000, telah terealisasi Rp85.610.000 atau 55,74 persen.

Selanjutnya PAD dari sektor ASDP, dari target Rp720.000.000 telah terealisasi Rp12.100.000 atau 1,68 persen dan PAD sektor Izin Trayek/Izin Usaha dari target Rp40.000.000, telah terealisasi Rp27.161.400 atau sebesar 67,90 persen. (TOM)