syech-muhdi-menyuarakan-orasi-agar-ahok-dipenjarakan_20161010_121400

Belasan Ormas Islam di Sumsel yakni, HMI, PII, KAHMI, FUI, FPI, HTI, MUI, DMI, RMI, NU, Muhammadiyah, Humanika, FMI, Sijarum, Masika saat menggelar aksi di Gedung DPRD Sumsel, Senin (10/10).

PALEMBANG,HS – Ratusan umat Islam yang tergabung dalam belasan Ormas Islam di Sumatera Selatan (Sumsel) menggelar aksi unjuk rasa menuntut Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahya Purnama alias Ahok dipidana atas penyataannya yang dianggap telah melecehkan firman Allah dalam Al Quran surat Al Maidah ayat 51 saat menggelar aksi di Gedung DPRD Sumsel, Senin (10/10).

Ratusan massa berasal dari belasan Ormas Islam di Sumsel yakni, HMI, PII, KAHMI, FUI, FPI, HTI, MUI, DMI, RMI, NU, Muhammadiyah, Humanika, FMI, Sijarum, Masika mengecam keras penyataan Ahok.

Menurut massa, Ahok tidak pantas melecehkan agama lain apalagi agama Islam.

“Gerakan ini gerakan moral dan murni bangkit dari ketersakitan hati nurani umat Islam di Indonesia dari penistaan agama Islam yang dilakukan oleh beberapa pejabat publik/tokoh agama. Dan kali ini Ahok sebagai pejabat publik sangat tidak mencerminkan seorang pejabat dan sudah kesekiankalinya beliau melecehkan Agam Islam dan Ahok telah melanggar aturan pidana dalam pasal KUHP pasal 156 poin a tentang penistaan Agama,” ujar koordinator aksi, M Khalifah Alam.

Dari aksi tersebut massa menyampaikan tiga tuntutan. Yakni pertama, Ahok melalui Ketua DPRD Sumsel untuk mengusulkan atau merekomendasikan pemecatan kepada kementrian dalam negeri.

Tuntutan kedua, massa menuntut pidanakan Ahok ke pihak berwajib yakni aparat penegak hukum kepolisian RI daerah Sumsel.

Ketiga, massa menuntut Polda Sumsel agar memproses secepatnya ke Mabes Polri mengenai tuntutan dan laporan nantinya dari kami.

Sementara Habib Mahdi dari FPI Sumsel mengatakan, pernyataan Ahok telah melakukan penistaan agama dan tidak layak menjadi seorang pejabat publik.

Habib Mahdi juga menantang partai pendukung Ahok pada pencalonannya di pilkada DKI Jakarta untuk mencabut dukungannya.

Dia juga meminta Kapolri yang notabene orang Palembang untuk berani menindak Ahok dan memenjarakannya.

“Kaporli kita Wong Palembang. Wong Palembang Harus melawan. Jika tidak Jumat kami akan turun besar-besaran,” tegasnya.

Tidak berbeda Ketua FUI Sumsel Umar Said mengatakan, kendati Ahok telah meminta maaf, hukum tetap berjalan.

Dia meminta Mendagri memberhentikan Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta dan menindak secara hukum. “Walau sudah minta maaf, hukum tetap berjalan,” tegasnya. (SNI)