Foto (BPBD Sumsel)

PALEMBANG,HS – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mengirimkan tambahan satu helikopter water bombing yang ada di Provinsi Riau ke Provinsi Sumatera Selatan. Kini, jumlah helikopter pengebom air yang disiagakan di wilayah ini ada 8 helikopter.

“Saat ini ada 10 helikopter di Sumatera Selatan. Delapan helikopter diterjunkan untuk melakukan pemadaman melalui udara dengan cara pengeboman air dan sisanya helikopter patroli udara,” ujar Kepala Bidang Penanganan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Selatan, Ansori di Palembang

Menurutnya, bantuan helikopter tambahan untuk pemadaman dengan pengeboman air dari BNPB itu karena masih banyaknya daerah terbakar di Sumatera Selatan. Dia menyebut, satu helikopter water bombing itu merupakan peralihan bantuan BNPB yang selama ini memadamkan kebakaran lahan di Riau.

“Karena Riau dinilai sudah tidak banyak karhutla, BNPB menempatkan satu helikopter ke Sumsel. Sebab di Sumsel, karhutla masih terjadi dan meluas. Hujan memang terjadi di Sumsel tapi sporadis dan belum mampu memadamkan semua daerah yang terbakar di Sumsel,” katanya

Ia menjelaskan, terkait dengan upaya teknik modifikasi cuaca (TMC), saat ini belum bisa dilakukan karena mengingat awan penghujan belum ditemukan.

“TMC agak sulit karena awan penghujan tidak ada. Pesawat TMC standby di Lanud Sri Mulyono Herlambang,” pungkasnya

Ia menjelaskan, bahwa kebakaran hutan dan lahan di wilayahnya memang belum berakhir dan hingga kini masih bermunculan.

“Sejak kemarin saat cek di lapangan dengan helikopter patroli, kebakaran terbanyak masih terjadi di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Juga ada di Musi Banyuasin (Muba), Ogan Ilir (OI), Muara Enim dan lainnya, tapi jumlah titiknya tidak banyak,” tutupnya