PALEMBANG,HS – Sekitar 139 hektar lahan terbakar dikawasan jalan tol Palembang-Indralaya (Palindra), Kecamatan Pemulutan dan Pemulutan Barat, Kabupaten Ogan Ilir.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Selatan melalui tim udara sudah melakukan 292 kali waterbombing di area yang masih terbakar.

Kabid Penanganan Kedaruratan BPBD Provinsi Sumatera Selatan, Ansori, mengatakan tim Satuan Petugas (Satgas) kebakaran hutan dan lahan (karhutla) saat ini masih berjibaku memadamkan api yang membara di Kabupaten Ogan Ilir, tepatnya di sekitar Tol Palindra.

“Hingga tadi malam (Selasa, 6 Agustus), petugas di lapangan masih belum bisa menjinakkan api yang meluas hingga 139 hektare. Sementara api yang berhasil dipadamkan baru sekitar 10 hektare,” kata Ansori di Palembang, Rabu (7/8).

Dia menyebut, pihaknya telah mengerahkan empat helikopter di wilayahnya dalam memadamkan kebakaran tersebut. Menurut Ansori, sebanyak 292 kali waterbombing pun telah dilakukan oleh tim udara, namun upaya itu belum juga berhasil memadamkan seluruh lahan terbakar.

“Memang api cepat menyebar, jadi sulit dikendalikan. Hari ini petugas masih melanjutkan pemadaman di area kebakaran dan kini dibantu dengan satu helikopter,” kata Ansori.

“Kemudian satu helikopter waterbombing lainnya di kirim ke Ogan Komering Ilir (OKI). Titik api pantauan satelit banyak, tapi yang terverifikasi dari patroli pesawat Cessna hanya di Ogan Ilir, OKI, dan PALI,” tambahnya

Menurutnya, kebakaran hutan dan lahan itu menyebar hingga ke 5 desa di dua kecamatan di Kabupaten Ogan Ilir. Ia menyebut, dua desa di Kecamatan Pemulutan Barat yang terdampak kebakaran hutan dan lahan yakni Desa Arisan Jaya dan Talang Pangeran Ulu serta 3 desa di Kecamatan Indralaya Utara yakni Desa Pulau Semambu, Palem Raya, dan Sungai Rambutan.

Dia juga menambahkan, lahan yang terbakar itu merupakan gambut bervegetasi purun dan semak belukar dengan kedalaman 5 cm. Untuk soal lahan, ia mengatakan, bahwa lahan tersebut merupakan milik warga, sedangkan pemiliknya akan diselidiki polisi.

“Kebakaran memang menyebar dari Desa Arisan Jaya sejak Jumat (2/8) lalu ke sekitar tol karena itu masih satu hamparan,” tutupnya