PALEMBANG,HS – Pemerintah Provinsi Sumsel melalui Pengelolaan dana Coorporate Social Responsibility (CSR) bakal mengirim sebanyak 1.000 pekerja ke Jepang untuk mengikuti program magang.

Pengiriman para pekerja tersebut merupakan salah satu program Forum CSR Sumsel dalam rangka melakukan pengentasan kemiskinan di provinsi Sumsel.

Ketua Forum CSR Kesejahteraan Sosial (Kesos) Sumsel, Rianthony Nata Kesuma mengatakan program pengiriman pekerja Sumsel untuk dimagangkan ke negeri Sakura sebenarnya sebenarnya sudah lama dilakukan.

Namun, untuk jumlahnya masih sangat terbatas tak sampai 100 orang lantaran selama ini selalu terkendala biaya pelatihan serta ongkos.

“Banyak calon pekerja magang selama ini terkendala biaya pelatihan serta ongkos keberangkatan. Nah, Kami akan mengakomodir biaya pelatihan tersebut melalui dana CSR, pembiayaan perbankan dan program dari pemerintah Provinsi maupun daerah,” katanya usai Paparan Program Forum CSR Kesos dalam Penanggulangan Kemiskinan dan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial dengan Wakil Gubernur Sumsel H Mawardi Yahya di Ruang Rapat Gubernur, Senin (18/2/2019).

Ia menjelaskan, pengiriman pekerja magang ke Jepang merupakan program kerjasama antara Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) dengan badan Internasional Man Power Develpment (IM) Jepang.

Saat ini Jepang tengah membutuhkan sebanyak 700 ribu tenaga kerja di berbagai bidang baik infrastruktur maupun manufaktur.

Gaji yang ditawarkan juga diatas Upah Minimum di Indonesia dimana seorang pekerja magang bisa menerima upah sebesar Rp 20-35 juta per bulannya.

“Nanti mereka ini akan dimagangkan di berbagai bidang. Untuk tahun ini targetnya sekitar 1000 pekerja asal Sumsel yang bisa berangkat,” Rianthony.

Dengan adanya program pekerja dimagangkan ke Jepang ini ia berharap dapat berdampak terhadap perekonomian Sumsel dan mengentaskan kemiskinan di berbagai daerah di Bumi Sriwijaya.

“Dengan adanya program ini, diharapkan lebih banyak lagi pekerja yang dikirim dan berdampak terhadap perekonomian masyarakat,” harapnya.

Sementara itu Wakil Gubernur Sumsel H Mawardi Yahya menambahkan penyaluran dana CSR bisa diarahkan untuk penanggulangan kemiskinan.

Sebab, visi dan misi Pemprov Sumsel saat ini mengurangi angka kemiskinan yang saat ini masih sekitar 12 persen menjadi hanya 1 digit.

“Kita harapkan perusahaan di berbagai daerah di Sumsel mau bekerjasama mengeluarkan CSR nya demi mendukung program ini,” tutupnya